Mengenal Sosok Welas Arso….

WELAS ARSO

Lahir di tenggara wilayah Kabupaten Ponorogo tepatnya di Dukuh Tempel, Desa Turi, Kecamatan Jetis, Ponorogo, Jatim  22 Mei 1971 silam.

Putra keempat dari pasangan D Kartodihardjo dan Nasri ini mengenyam pendidikan di SDN 1 Wonoketro, kemudian melanjutkan sekolah tingkat pertama di SMP Negeri 1 Jetis, dan karena termasuk siswa yang tekun sehingga dalam ujian akhir EBTANAS meraih Danem yang bisa untuk mendaftarkan diri bebas memilih sekolah lanjutan atas, yang akhirnya jatuh pilihan di SMAN 1 Ponorogo.

Welas Arso dari sejak masih duduk di bangku SLTP sudah menjadi anak yatim, karena ayahnya yang seorang pensiunan Departemen Agama telah berpulang menghadap Sang Kholik ketika Welas Arso masih duduk dikelas 2 SLTP.

Ibunya yang hanya mengandalkan uang pensiunan dari ayahnya yang memang sangatlah kecil, harus membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan makan kelima anaknya dan tiga diantaranya masih bersekolah.

Tak berselang lama, tepatnya saat Welas Arso menginjak akhir kelas 1 SLTA, harus rela ditinggalkan pergi Sang Ibu menghadap Illahi.

Setelah ditinggal ibunya, Welas Arso harus mencari sendiri biaya sekolah hingga menyelesaikan pendidikan di SMAN 1 Ponorogo.

Tamat dari sekolah Welas Arso tak mau menjadi benalu bagi saudara-saudaranya sehingga ketika ada tawaran untuk bekerja di sebuah toko bangunanpun langsung mengiyakanya.

Tak sampai setahun bekerja di salah satu toko bangunan yang ada di Ponorogo, Welas Arso kemudian menerima tawaran untuk menjadi tukang foto di Pamekasan. Sempat agak lama dia menggeluti dunia fotografi. Pun demikian, Welas Arso yang memiliki jiwa petualang ini tak puas dengan ketrampilan dan pekerjaaan sebagai fotografer di sebuah studio  foto yang berada di Pamekasan tersebut.

Setelah melalui pertimbangan akhirnya dia pamitan untuk pulang yang kemudian berusaha untuk mengadu peruntungan dengan merantau ke Kota Kembang dan diterima sebuah perusahaan penyedia jasa tenaga installer perangkat telekomunikasi.

Dari situlah Welas Arso mendapatkan banyak pengalaman dan setelah hampir sepuluh tahun bekerja di perusahaan tersbut, Welas Arso memutuskan untuk pulang kampung dan menikah dengan gadis asal Purwantoro, Wonogiri, Jawa Tengah.

Sepulang dari Bandung, Welas Arso pun harus memutar otak untuk tetap bertahan hidup di kampung halamanya.

Yang akhirnya pilhanya jatuh pada dunia jurnalis, yang pertama dia bergabung dengan sebuah media cetak dwi mingguan dari Kediri, namun tak berselang lama dia pindah ke sebuah media cetak harian yang berkantor di Surabaya.

Tak puas dengan itu, Welas Arso kemudian pindah lagi bergabung dengan sebuah media online nasional yang berkantor di Surabaya. Dari situlah tulisan tulisan Welas Arso mulai diperhitungkan, utamanya di wilayah Karesidenan Madiun, karena dia menjadi Kabiro wilayah Madiun Raya dari perusahaan media online tersebut.

Setelah bertahun-tahun bergabung dengan media online asal Surabaya tersebut, Welas Arso mulai merintis sebuah perusahaan media online yang diberinya nama kanalindonesia.com.

Welas Arso yang telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan dan memiliki sertifikat UKW dari Dewan Pers tersebut tak berhenti di situ.

Setelah melanglang buana di dunia jurnalis, dan menjadi penasehat di kepengurusan PWI Ponorogo akhirnya menerima tawaran untuk menjadi sekretaris dari partai besutan Hary Tanoesodibdjo hingga sekarang.