Gelar Nobar Film Sultan Agung

SEMARANG, KANALINDONESIA.COM: Pejabat jajaran Kodam IV/Diponegoro dan Polda Jateng beserta Persit dan Ibu Bhayangkari menggelar Nonton Bersama (Nobar) Film Sultan Agung The Untold Story di Cinema XXI Paragon Semarang, Selasa (9/10/2018).

Acara yang dipersembahkan dalam rangka memperingati HUT ke-73 TNI dan HUT ke- 68 Kodam IV/Diponegoro itu, dihadiri Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si., Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Produser Film Ibu Hj. DR. BRA. Mooryati Soedibyo, S.S., M. Hum, Kakanwil BRI Fidri Arnaldy, Gubernur Akpol, Kasdam, Wakapolda, Wakil Walikota, Perwakilan Keluarga Keturunan Sultan, para Pejabat Utama Kodam dan Polda, serta Ketua Pesit dan Ketua Bhayangkari beserta pengurus.

Film berdurasi dua jam lebih ini menggambarkan perjuangan Raja Mataram Sultan Agung yang tidak ingin ditindas oleh penjajah Belada. Namun, dalam perjuangan beliau, ternyata tidak didukung oleh beberapa kelompok. Terdapat kelompok kecil yang berseberangan dan menghianati Raja serta memanfaatkan keadaan tersebut untuk memenuhi kepentingan pribadinya.

Mereka berusaha merusak strategi Sang Raja dengan menjadi mata-mata Belanda, sehingga perjuangan beliau banyak menelan banyak korban jiwa.

Usai Nobar, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto mengatakan Kodam dan Polda sudah beberapa kali menggelar acara nonton bersama, karena Kodam dan Polda memang sudah sangat solid dan kompak.

Seperti halnya film yang baru disaksikan, dari cerita film itu banyak pelajaran yang dapat diambil. Selain semangat patriotisme, nasionalisme dan kejuangan yang ditunjukkan oleh Sultan Agung.

Menurutnya perjuangan jaman dahulu dan perjuangan jaman sekarang adalah sama. Ada kelompok-kelompok tertentu yang mendukung dan ada pula kelompok yang menghianati pemerintah hanya untuk kepentingan sendiri dengan cara menghambat perjuangan yang telah direncanakan.

“Kondisi itu menunjukkan ke dalam, soliditas, kekompakan dan kerja sama sangat diperlukan dalam mencapai sebuah kemenangan,” ujarnya

Dia menuturkan, apabila masyarakat terutama para generasi muda banyak yang menonton film ini dihadapkan dengan era kekinian itu luar biasa. Selain perjuangan melawan ancaman dari luar, ternyata didalam sendiri perlu adanya soliditas yang sangat diperlukan.

“Apa yang dilakukan Kodam dam Polda adalah untuk memberikan gambaran TNI-Polri di Jawa Tengah sangat solid. Bahkan soliditas ini juga harus dilakukan oleh semua komponen masyarakat, bukan hanya TNI dan Polri saja,” tuturnya. (NDI)