Jembatan Penghubung Desa Korowelang Kulon dan Wonosari Patebon Mulai dikerjakan

Pembangunan Jembatan Penghubung Desa Korowelang Kulon dan Wonosari Patebon

KENDAL— KANALINDONESIA.COM

Pembangunan Jembatan Tanggul Malang yang merupakan Jembatan penghubung Desa Korowelang Kulon, Kecamatan Cepiring dengan Desa Wonosari, Kecamatan Patebon mulai dikerjakan.
Pembangunan melintasi sungai Bodri itu ditargetkan selesai sebelum akhir Desember 2018.
Pengawas Pekerjaan dari PT Wasis Karya Nugraha, Anhar mengatakan jika pembangunan sudah dimulai sejak 2 Oktober lalu. Pembangunan dimulai dari titik sebelah timur sungai di Desa Wonosari.
“Kami mengerjakan pemasangan tiang pancang terlebih dahulu. Sesuai Detail Enginering Design (DED) ada sembilan titik tiang pancang. Dilanjutkan sebelah barat yang berada di perbatasan Desa Pidodo Wetan dan Korowelang Kulon juga sembilan titik tiang pancang,” kata Anhar, Rabu (10/10).
Pengerjaan tiang pancang ada dua sisi sungai sudah selesai dibangun. Dilanjutkan pembangunan badan jembatan berupa cor beton dan pembuatan akses jalan masuk ke Jembatan.
Dengan rencana, jembatan yang akan dibangun tersebut dengan ukuran panjang 120 meter dan lebar 1,8 meter. “Jembatan ini hanya untuk pejalan kaki dan kendaraan sepeda motor,” jelasnya.
Pembangunan jembatan disambut gembira warga di lima desa, Desa Korowelang Kulon, Korowelang Anyar, Pidodo Wetan, Pidodo Kulon, Margorejo.
Dengan adanya jembatan tersebut, akan memangkas jalur warga untuk menuju pusat pemerintahan di Kecamatan Kota Kendal. Selain harus memutar dengan jarak tempuh yang cukup jauh, ada alternatif lain. Yakni warga di lima desa untuk sampai ke Kendal harus menyebrangi sungai menggunakan perahu atau jembatan apung dengan.
“Kalau tidak perahu, biasanya ada jembatan apung yang dikelola oleh warga. Namun warga harus membayar setiap kali menyebrang membayar Rp 2.000,” ungkap Indayani, warga Korowelang Anyar.
Diakuinya, dengan dibangunnya jembatan penghubung tersebut, tentu akan memudahkan warga di lima desa untuk menuju Kendal tempat pusat pemerintahan.
“Jembatann ini memang sudah sangat lama diharapkan oleh lima desa,” katanya.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Sugiyono membenarkan perihal rencana pembangunan jembatan penghubung Desa Korowelang Kulon-Wonosari yang melintasi Sungai Kalibodri.
Pihaknya menjelaskan pembangunan jembatan Tanggul Malang rencananya akan dibangun dengan sistem gantung dengan dua empat tiang utama. Dua disisi timur dan dua lainnya disisi barat. Jembatan akan dibangun dengan panjang 150 meter dan lebar 1,8 meter.
“Sementara lebar sungai 120 meter, jadi panjang jembatan dibuat 150 meter,” tutur Sugiyono.
Anggarannya yang digelontor adalah sebesar Rp 10 miliar. Anggaran tersebut diperuntukkan untuk dua jembatan. Satu jembtan lainnya adalah pembangunan jembatan di Desa Rejosari yang melintasi Sungai Blorong. (eko)