Harga BBM Naik, Masyarakat Berharap Tak Pengaruhi Harga Kebutuhan Pokok

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi serentak mengalami kenaikan harga tepat pukul 11.00 WIB, kemarin (10/10/2018). Kenaikan harganya pun beragam, mulai dari Rp. 900 hingga Rp. 1.550. Bahkan, informasinya harga premium juga sempat akan dinaikkan dari Rp. 6.500 menjadi Rp. 7.000, namun ditunda karena menunggu kesiapan pertamina.

Menurut Suwano (42) Wakil Pengawas SPBU 5462218 Karanggeneng Kepada Kanalindonesia.com, Pertamina menaikkan harga Pertamax yang semula Rp. 9.500 per liter menjadi Rp. 10.400 per liter. Selain itu, Pertamax turbo yang awalnya Rp. 10.700 per liter, ikut naik menjadi Rp. 12.250 per liter. Demikian deklite yang semula Rp. 9.000 per liter menjadi Rp. 10.500 per liter.

“Iya tiga jenis pertamax itu naik baru kemarin, pukul 11.00 WIB,” tuturnya.

Dia menjelaskan, pihaknya baru dapat himbauan untuk menaikkan harga sekitar pukul 10.00 WIB atau satu jam sebelum diberlakukannya harga yang baru.

“Jadi tadi kita siasati untuk shift 1 masih harga lama, sedangkan shift 2 baru menggunakan harga yang baru,” ujar pria 42 tahun tersebut.

Menurut dia, seluruh pengawas SPBU bertanya-tanya mendadaknya kenaikan harga pertamax series tersebut. Sebab kenaikan sebelumnya diberlakukan tengah malam.

“Kalau sebelum-sebelumnya pukul 24.00 WIB diberlakukan kenaikan. Tapi kali ini kita tidak dapat penjelasan terkait kenaikan, tiba-tiba informasinya naik,” tambahnya.

“Tadi oprator kita arahkan untuk memberikan informasi pada konsumen secara langsung jika ada kenaikan harga,” ujar pria asal Desa Sumberwudi tersebut.

Sementara itu, Budi Irawan Warga Sumberwudi berkomentar, bahwa dirinya hanya pasrah kenaikan harga tersebut. Sejauh ini, dia juga lebih sering menggunakan pertalite dibanding pertamax. “Pinginnya tentu tidak ada ada harga yang naik, tapi ya mau gimana lagi, semoga saja pertalite dan prium tidak ikut naik,” pungkasnya.

Jurnalis : omdik/ferry/bisri
Editor : Arso