Hasil Panen Memuaskan, Petani Semangka Desa Latukan Lamongan Siapkan Acara Syukuran

LAMONGAN, KANALINDONEDIA.COM; Wilayah Kabupaten Lamongan memiliki areal lahan pertanian yang luas. Diwilayah ini terdapat banyak lapangan pekerjaan mulai dari sektor Pertanian, Perikanan, dan lain sebagainya. Disektor pertanian misalnya, kabupaten ini merupakan penghasil buah semangka dan blewah yang mampu bersaing dengan wilayah lainnya.

Kecamatan Karanggeneng terutama Desa Latukan merupakan daerah sentra pembudidayaan semangka dan blewah terkenal dikabupaten ini, selain masih ada kecamatan lain yang lahan pertaniannya juga dapat ditanami komoditi ini. Di Desa Latukan sendiri ada sekitar 400 hektar lahan pertanian yang ditanami semangka dan blewah.

Menurut, Arif Nur Hidayah, Sekretaris Desa Latukan, semua pembudidayaan tersebut dilakukan oleh petani / masyarakat setempat, atau bukan dari pihak pemerintah. Semua ini sudah dilakukan petani setempat sejak lama, hanya saja pada awal-awal pembudidayaan ditahun tersebut luasnya tidak seluas saat ini, dan sentra penghasil buah semangka dan blewah masih ada di luar Desa Latukan.

Beberapa tahun kemudian petani yang lain yang sebelumnya belum membudidayakan tanaman tersebut jadi ikut-ikutan untuk membudidayakan semangka, karena menurut mereka pembudidayaan atau penanaman semangka dan blewah sangat menjajikan keuntungan yang besar dibandingkan dengan komoditi yang lain seperti kedelai dan jagung.

“Kalau dilihat dari segi pembiayaan, penanaman buah semangka dan blewah memang membutuhkan tenaga perawatan dan pembiayaan yang jauh lebih besar daripada pembudidayan kedelai ataupun jagung,” terang Arif.

 

Arif Nur Hidayah menambahkan pada masa tanam tahun kemarin, petani semangka dan blewah gagal total karena hama kutu kebul yang saat itu merajalela. Dari 400 hektar lahan pertanian yang ditanami semangka dan blewah tidak menyisahkan sejengkal pun.

Tahun ini, tampaknya petani semangka dan blewah Desa Latukan mampuh tersenyum gembira dengan hasil tanaman mereka tumbuh dan berkembang dengan begitu suburnya sehingga pada masa panen hasilnya sangat memuaskan.

Puluhan tengkulak datang langsung ke lahan-lahan pertanian tersebut. Mereka yakini semangka dan blewah hasil dari petani Desa Latukan memiliki nial jual yang tinggi di pasaran.

Untuk wujudkan rasa syukur akan keberhasilan hasil tanam mereka, para petani Desa Latukan akan mengadakan tradisi “Petik, Timbang, Bayar” dan makan bersama yang juga didukung oleh pemerintan desa setempat.

“Untuk kegiatan Petik Timbang Bayar akan dipusatkan di lahan pertanian milik perangkat desa,” terang Arif.

Pengunjung bisa datang langsung ke lahan yang sudah ditentukan, memilih sendiri dan memetiknya dan ditimbang di tempat lalu bayar sesuai dengan harga yang sudah ditentukan.

Jurnalis : omdik/ferry/bisri

Editor : Arso