Pancasila dan Kemajemukannya

oleh : Subadianto, Ketua Fraksi PAS DPRD Kab. Trenggalek

Pluralitas adalah fitrah manusia. Yang tanpanya, kehidupan manusia di muka bumi bisa rusak. Fitrah tidak mungkin ditolak, apalagi dilawan. Pancasila sebagai ideologi yang  terbuka menjadi kesepakatan kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk mengekspresikan diri dalam kebersamaan. Orang Islam menafsirkan Pancasila menurut versi Islam, biar orang Kristen, Hindu, Katolik dan yang lain sesuai tafsirnya sendiri-sendiri,. Tidak boleh ada penafsiran tunggal daerah tertentu atau agama tertentu. Pancasila itu milik kita bersama. Pancasila ini semacam common platform, rujukan bersama.

Kebhinnekaan terawat bukan karena klaim-klaim sepihak. NKRI yang super majemuk sulit dikelola satu kelompok saja, harus libatkan banyak pihak. Dengan Adanya sikap jujur, terbuka, tenggang-rasa, dan tanggung-jawab secara kolektif, rasa memiliki NKRI (sense of belonging), kebersamaan (togetherness), dan saling percaya (trustworthiness) didalam masyarakat maka kebhinnekaan tidak akan mudah koyak. Menjadi modal sosial yang penting untuk menjaga kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Munculnya kesadaran akan Kebangsaan Indonesia adalah ekspresi untuk keluar dari jerat penderitaan akibat penjajahan. Indonesia merupakan bangsa baru yang bergerak menuju pengelolaan hidup bersama, dijalankan dengan kaidah-kaidah rasionalitas. Ide tentang Indonesia adalah ide yang modern. Indonesia adalah bangsa yang lahir dari rekayasa dan konsensus yang dibimbing oleh kesadaran sejarah. Culture, nasionalisme Indonesia merupakan transformasi budaya menuju masyarakat modern.

Ketika kita (rakyat) memutuskan menjadi negara bangsa, setelah melalui penderitaan yang panjang, bangsa Indonesia sadar bahwa imperialisme tidak lagi dapat dihadapi oleh kerajaan-kerajaan kecil atau etnis-etnis yang ada. Hanya ada satu jalan keluar, yaitu melebur dalam satu simpul yang lebih besar dari simpul-simpul primordial selama ini. Itulah ide awal Indonesia. Jika kita bedah Indonesia pada hari kelahirannya, kita akan temukan bahwa nilai terdalamnya adalah solidaritas. Setelah periode pemerintahan hingga masa Reformasi, kita berusaha menjadi negara-bangsa modern.Demografi dan demokratisasi menjadi modal untuk menjadi bangsa yang kuat.