Hut ke 73 Propinsi Jatim, Trenggalek Kembali Meraih Penghargaan

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, kembali mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur , karena lolosnya enam tatanan verifikasi penilaian Kabupaten/Kota Sehat tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2018.

Hal ini membuktikan jika dukungan dari Kabupaten Trenggalek terhadap program Propinsi jatim, yakni smart Province sehingga penghargaan dari pusat pun mengalir deras.

Penganugerahan itu dilakukan saat gelar upacara peringatan HUT ke-73 Propinsi Jatim,  di halaman Gedung Negara Grahadi tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jatim, Soekarwo, Jum’at, (12/10/2018).

Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Tim Forum Kabupaten Trenggalek Sehat dan semua masyarakat yang turut serta dalam raihan penghargaan tersebut.

“Saya ucapakan terima kasih kepada Tim Kabupaten Sehat dan seluruh masyarakat Trenggalek, kita hari ini dapat penghargaan utama di Hari Jadi Provinsi,” ucap Emil Dardak.

Emil Dardak melanjutkan, sebenarnya ada sembilan tatanan yang menjadi penilaian tim verifikasi dari Kementerian Kesehatan. Namun khusus untuk Trenggalek, tim hanya memverifikasi enam tatanan.

“Diantaranya, kawasan pemukiman, sarana dan prasarana umum, kawasan pariwisata, ketahanan pangan dan gizi, masyarakat sehat dan mandiri serta kehidupan sosial yang sehat,” terangnya.

Dia menegaskan, tatanan di Trenggalek tentunya membutuhkan waktu dan proses agar tidak berdampak pada kondisi sosial masyarakatnya yang telah tertata dengan baik.

“Sebenarnya Swasti Saba Wistara ini ada sembilan tatanan, tapi karena Trenggalek dengan kondisi sosial masyarakatnya, maka hanya enam yang masuk kriteria. Saya rasa inovasi kita sudah terlihat dengan program Gelas Kesehatan,” tegasnya.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo, menjelaskan, Jatim Smart Province bertujuan untuk menjadikan industri sebagai pilar peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Untuk mewujudkan Jatim Smart Province harus didukung oleh tiga penggerak yaitu smart governance, smart industry dan smart economy,” ungkapnya.

Pada peringatan yang dihadiri oleh Bupati/Walikota se-Jawa Timur tersebut sedikit berbeda karena sekaligus menjadi peringatan terakhir di penghujung masa jabatan Gubernur yang akrab disapa Pak Dhe tersebut.(ham)