Tipu Puluhan Ton Beras, Pemuda Blitar Meringkuk di Sel Polres Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Rud alias Dian alias Aan (33) warga Desa Kebonduren  Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar Diringkus polisi. Dia ditangkap lantaran diduga telah melakukan  tindak pidana penipuan dan penggelapan  terhadap korban berupa puluhan ton beras  milik Bibit Rian Saputro (35),  pengusaha beras warga Desa Waluyo, Kecamatan Bulus, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Dalam konferensi pers yang digelar di halaman Mapolres, Kapolres Trenggalek AKBP DIdit Bambang Wibowo S, mengungkapkan ,  pria  yang memiliki tiga nama alias itu  diduga telah membawa kabur hasil penjualan beras sebanyak 7 ton senilai Rp 62,5 Juta, Senin (15/10).

“Awalnya pelaku   menghubungi korban via Whatsap, mengatakan kalau dirinya disuruh budhenya membeli beras dalam jumlah besar . Setelah terjadi kesepakatan  harga dan jumlah , kemudian  sepakat ketemuan  di sebuah SPBU Udanawu Blitar dan meminta sempel beras dengan alasan ditunjukkan budhenya,”ungkap Kapolres Trenggalek.

Merasa cocok, kemudian pelaku meminta korban mengantar  beras yang diangkut menggunakan truk fuso tersebut ke rumah salah satu pelanggannya berinisial  WT di wilayah Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek.

Dalam perjalanan pulang pelaku mengatakan bahwa uang pembelian beras  tersebut akan ditransfer oleh  WT. Korbanpun percaya dan menyerahkan nomer rekeningnya  kepada pelaku.

“Sesampai di pasar Blitar , pelaku melarikan diri. Korban kemudian kembali ke tempat pembongkaran beras  di Durenan Trenggalek. Namun WT menyatakan bahwa pihaknya sudah membayar Rp 30 Juta kepada pelaku  sambil menunjukan kuitansi pembayaran. Bahkan masih ada  kekurangan sebesar  Rp 26 Juta,”jelas AKBP Didit.

Merasa  dirugikan  dan ditipu, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Durenan hingga akhirnya petugas berhasil menangkap pelaku untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Saat  ini pelaku dan barang bukti sudah di amankan petugas dan masih dalam proses penyidikan. Jika hasil penyidikan nanti  memenuhi unsur  tindak pidana tentu aka nada upaya penegakkan hukum atas perbuatan yang di lakukannya,”pungkas AKBP Didit.(yon/ham)