Jika Melanggar Perjanjian, Warung Remang -Remang Akan Ditutup Permanen

BANGKALAN, KANALINDONE SIA.COM – Satuan Polisi Pamong Praja (Sat.Pol.PP) Kabupaten Bangkalan kali ini tidak main – main dan akan mengambil tindakan tegas terhadap puluhan warung remang – remang yang masih membandel dan melanggar perjanjian atas kesepakatan yang telah dibuat di aula kantor Sat. Pol.. PP Bangkalan. Antara pemilik warung remang – remang yang membuka lapaknya di sub terminal Bancaran Kelurahan Bancaran Kecamatan Kota Bangkalan Kabupaten Bangkalan dengan instansi terkait. Diantaranya Polres Bangkalan, Kodim 0829 Bangkalan, Sat.Pol.PP, Dishub, Kecamatan Kota Bangkalan, Kelurahan Bancaran dan disaksikan Asisten Pemerintahan mewakili Bupati Bangkalan, R.Abdul Latif Amin Imron

“Jika warung remang-remang itu masih melanggar atas perjanjian yang telah dibuat dan disepakati. Kami tidak akan segan – segan menutup secara permanen,” ucap Plt Kepala Sat. Pol. PP Bangkalan, Bambang Irawan kepada brlasan awak media, Rabu, (17/10/2018).

Adapun perjanjian yang telah disepakati oleh pemilik warung tersebut antara lain tidak menjual minuman keras, tidak menjadikan lapaknya sebagai tempat mesum, tidak menyediakan Penjaja Sex Komersial (PSK) dan tidak membunyikan sound sistem keras- keras yang dapat mengganggu ketenteraman masyarakat sekitar.

“Ini peringatan terakhir bagi pemilik warung remang- remang. Nila membandel tidak ada ampun lagi langsung ditutup,” tegas Bambang Setiawan.

Sementara itu, Lurah Bancaran, Lukman menjelaskan bahwa sebelum rapat ini digelar, pihaknya telah mengadakan audiensi dengan tokoh masyarakat dan kyai yang merasa terganggu dan terusik terhadap ulah warung remang – remang yang buka hingga tengah malam disertai suara musik yang hingar bingar dan ketas lewat soun sistem. Rencananya dalam waktu dekat ini ratusan masyarakat Bancaran akan menggelar unjuk rasa terhadap keberadaan belasan warung remang-remang yang dianggap telah meresahkan masyarakat tersebut.

“Alhamdulillah kami berhasil meredam kemarahan mereka karena saya berjanji akan menyampaikan masalah ini ke instansi terkait seperti pertemuan hari ini,” terang Lurah Lukman.

Lukman menambahkan kasus ini sebenarnya sudah menahun serta pemilik warung selalu main kucing – kucingan dan berhasil lolos dari sergapan aparat gabungan.

“Kami berharap dengan adanya perjamjian ini, para pemilik warung akan mentaati aturan yang telah disepakati bersama,” pungkas Lukman. (yans).