Semua Anggaran SKPD di Efisiensikan Untuk Percepatan Pemulihan Daerah

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Lombok Utara, Herianto , Rabu (17/10/2018)

TANJUNG, KANALINDONESIA.COM: Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Lombok Utara, Herianto akui, bahwa semua Dinas di Lombok Utara sudah melakukan verifikasi untuk di efisiensikan anggarannya. Efisiensi ini dilakukan sebagai upaya mendukung percepatan rehabilitasi dan rekontruksi Lombok Utara, baik itu dari sektor perekonomian masyarakat maupun infrastrukturnya.

“Inikan segera kita bahas dengan dewan, insya Allah hari ini akan di catak di RAPBD  untuk diserahkan di legislatif dan semoga besok bisa diadakan pembahasan,” ungkapnya, Rabu (17/10/2018).

Ia menjelaskan, saat ini dirinya sudah meminta kesemua Satuan Kerja Perangkat Desa (SKPD), untuk dilakukan aktivitas efisiensi anggaran tersebut. Karena saat ini pemda lebih mengkonsentrasikan  untuk pemulihan daerah, makanya dilakukan verifikasi efisiensi anggaran.

Sebab, saat ini untuk proses mempercepat pemulihan, tentu semua kegiatannya  juga harus di ubah menjadi kegiatan yang beraroma  pemulihan. Karena itu, semua kegiatan di setiap dinas yang tidak berbau pemulihan, akan dicoret dan dialihkan anggarannya di APBD Perubahan untuk diproses, agar bisa digunakan untuk pemulihan saat ini.

“Makanya sekarang dari hasil efisiensi angggaran itulah kita lakukan kegiatan yang berbau pemulihan,” jelasnya.

Ia mencontohkan, dari perhubungan saja sudah mengembalikan anggaran sebesar 2,3 Milliar dari setiap program kegiatannya. Sebab, katanya program kegiatannya hanya bersifat lendskip, melihat kondisi kantornya yang rusak juga saat ini, sehingga anggarannya juga harus dialihkan. Karena tidak mungkin kegiatan tersebut bisa dilakukan dengan kondisi kantornya saat ini.

“Karena apa yang menjadi kebutuhan masyarakat saat ini kita penuhi dulu, seperti beras makanya kita alihkan ke situ,” katanya.

Lanjutnya, tidak hanya pemulihan fisik infrastruktur saja yang di utamakan, pemulihan  fisik ekonomi juga tidak kalah pentingnya saat ini. Supaya perekonomian masyarakat bisa kembali normal.

Namun, ada juga jenis kegiatan yang tidak di efisiensikan anggarannya, seperti kegiatan  pengadaan pembibitan ikan dari dinas terkait. Ia menilai program tersebut masih sangat bagus, karena bisa membantu masyarakat dalam proses pemulihan perekonomiannya juga.

“Itukan bagus untuk perekonomian masyarakat, apalagikan kolamnya masih bagus untuk digunakan,” terangnya.

Saat di konfirmasi jumlah anggaran   yang sudah masuk dari setiap SKPD, Dirinya tidak menghafal  berapa jumlahnya yang sudah di efisiensikan. Namun Herianto menegaskan, bahwa semua anggaran kegiatan dari semua dinas sudah di efisiensikan. Karena, memang sudah tidak efektif lagi dengan kondisi saat ini. Apa lagi saat ini, yang menjadi perioritas dan yang di utamakan adalah pemulihan daerah.

“Inilah yang kita sesuaikan anggarannya saat ini, dan itu akan mulai dibahas di APBD-P ini,” Imbuhnya.

Lanjut Herianto, semua anggaran yang terkumpul dari hasil efisiensi tersebut, rencananya akan dianggarkan untuk mendukung rehab rekon Lombok Utara. Mulai dari sektor perekonomian, infrastruktur dan lain sebagainya.

Tambahnya, ia memaparkan kejadian kemarin (red) di dinas sosial. Bahwa telah terjadi protes karena adanya pengadaan babi. Namun ia menilai, hal tersebut adalah hal yang biasa, karena di Lombok Utara  tidak hanya masyarakat beragama Islam saja yang tinggal. Namun masyarakat yang beragama Hindu juga banyak. Tujuannyapun juga sama, hanya untuk membangkitkan perekonominya juga. Bahkan dari legislatifpun mendukung hal tersebut.

“Apa bedanya dengan masyarakat Islam yang mengadakan kambing, Makanya tidak boleh melakukan pembedaan,” Pungkasnya. (Idam)