Kekeringan di Pamekasan Tahun Ini Mengakibatkan Debit Air Semakin Minipis

PAMEKASAN,KANALINDONESIA.COM: Dari 13 Kecamatan di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, 3 Kecamatan diantaranya di wilayah pantura yakni Kecamatan Pasean, Batu Marmar dan Pasean yang dikategorikan sebagai wilayah zona paling rawan kekeringan, pada musim kemarau tahun 2018 ini semakin mengalami krisis air bersih.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan menyatakan, Kekeringan yang terjadi pada tahun 2018 ini lebih parah dari tahun 2017 lalu. Sebab, peristiwa kekeringan pada tahun ini telah membuat debit air di bumi Gerbang Salam Pamekasan semakin menipis.

Akibat kekeringan tahun ini, di sejumlah daerah di Kabupaten Pamekasan yang biasa terdampak kekeringan ditiap tahunnya, semakin mengalami krisis air bersih kebutuhan masyarakat.

“Kekeringan yang terjadi pada tahun 2018 ini telah membuat Debit Air di Kota Gerbang Salam Pamekasan semakin menipis, namun masanya kami prediksi tidak akan lama karena musim hujan akan segera tiba,” Kata Budi Cahyono, Supervisor Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pamekasan, kamis (18/10).

Untuk menanggulangi kebutuhan air bersih ke daerah zona kekeringan itu, Tim Reaksi Cepat BPBD Pamekasan tidak mengenal waktu untuk menyuplai air bersih yang menjadi kebutuhan masyarakat setempat.

“Kami bekerja tidak mematok waktu, bahkan target pengiriman air bersih perhari sebanyak 7 tangki, terpaksa kami tambah hingga sampai ke 12 tangki air bersih,” tegas Budi Cahyono.

Hal tersebut, sudah biasa dilakukan oleh TRC BPBD Pamekasan meskipun di tahun 2018 ini Pemkab setempat dalam Surat Keputusannya (SK) Bupati Pamekasan telah mematok jatah supalai air bersih ke daerah terdampak kekeringan hanya berlaku selama 2 bulan. Yakni, dimulai pada tanggal 06 Agustus sampai dengan Bulan September 2018.(Nang/Ifa).