Kemendes Kawal Desa Terdampak Bencana Sulteng

Wahyu Hananto Pribadi Tenaga Ahli Utama Perencanaan KN P3MD

PALU, KANALINDONESIA.COM: Semenjak pasca bencana di Sulawesi Tengah yang menimpa Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong 28 September 2018 Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi telah melakukan kunjungan baik yang melibatkan unsur Pimpinan, Direktorat Jenderal maupun dari unsur Konsultan Nasional P3MD.

Untuk Konsultan Nasional telah melakukan kunjungan untuk yang ke tiga sejak terjadinya gempa yang menimpa Sulawesi Tengah. Tugas yang dilakukan oleh Tim KN P3MD yang ke tiga ini (16-20 Oktober 2018) untuk mendorong segera dilakukan perubahan APBDesa guna menyesuaikan kebutuhan prioritas pembangunan dan pemberdayaan desa pasca gempa.

Dinas Pembangunan Masyarakat Desa Provinsi telah mengeluarkan surat yang ditindaklanjuti dengan  surat edaran masing-masing PMD Kabupaten terdampak gempa.

Selanjutnya desa-desa yang di dampingi para pendamping segera didorong melakukan Musyawarah Desa untuk perubahan APBDesa 2018 sebagaimana telah diatur dalam Lampiran Permendesa 19 tahun 2017 tentang prioritas pembangunan.

Melalui Musyawarah Desa dapat melakukan perubahan untuk kegiatan pembangunan sarana prasarana dan pemberdayaan yang fokus pada penanganan pasca bencana, misal membangun MCK umum ataupun perbaikan jalan yang rusak karena bencana secara Padat Karya Tunai Desa.

Dalam Kunjungan supervisi Wahyu Hananto Pribadi sebagai Tenaga Ahli Utama Perencanaan KN P3MD didampingi Cholid dan Adnan yang juga dari Konsultan Nasional P3MD serta Koordinator Program Regional Zainal Daud menyampaikan kepada media bahwa pendampingan untuk pelaksanaan Musyawarah Desa harus segera ditindaklanjuti oleh Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa.

Kepada Hanafi selaku Koordinator Program Provinsi Sulawesi Tengah Wahyu memberi arahan untuk mengaktifkan tugas dan mengkoordinir para pendamping diseluruh Provinsi Sulawesi Tengah khususnya diwilayah daerah terdampak agar siklus pembangunan desa dapat dipulihkan dan direncanakan secara sistematis terukur.

Hasil pembangunan yang menggunakan Dana Desa sejak 2015-2018  harus dilakukan inventarisasi guna untuk data kajian dan pengambilan kebijakan pembangunan serta menyiapkan bila dibutuhkan dalam pemeriksaan hasil pembangunan.

Bukti fisik pasca gempa harus terdokumentasi sebagai pembanding dengan dokumentasi saat sebelum terjadinya gempa. Menutup kunjungan di Sulawesi Tengah Wahyu menyampaikan pesan agar para pendamping saling menguatkan dan mengedepankan kerjasama dalam bekerja.