Ribuan Pengunjung Semarakkan Festival Buah di Desa Latukan Lamongan

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Ribuan orang datang dan memenuhi beberapa tempat di Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan pada hari Minggu (21/10/2018). Sebab pada hari ini Desa Latukan mengadakan satu festival buah dengan label Latukan Pesta Buah 2018. Festival yang baru pertama kali diadakan tersebut sebagai rasa syukur para petani semangka di desa tersebut atas kesuksesan hasil panen tahun ini yang melimpah.

Desa Latukan sudah cukup lama dikenal sebagai salah satu desa dengan komoditas semangka. Festival yang digelar ini menghadirkan setidaknya 16 gunungan buah yang dinikmati oleh ribuan warga yang datang.

Ribuan warga hadir di Lapangan Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng nampak antusias mengikuti acara syukuran karena hasil panen buah tahun ini melimpah yang dikemas menjadi sebuah festival buah ini. Hasil pertanian yang ditanam saat musim kemarau tersebu seperti buah semangka, melon, blewah, dan sunrise dijadikan gunungan buah yang dibagikan kepada warga yang datang.

“Alhamdulillah pada tahun ini kita diberikan rahmat oleh Allah SWT bisa panen kembali setelah tahun lalu sempat gagal, maka dari itu hari ini kita mengadakan syukuran supaya tahun – tahun berikutnya di berikan keberhasilan kembali,” kata Ketua Panitia acara tersebut, Arif Nur Hidayah saat ditemui Kanalindonesia.com, Minggu (21/10/2018).

Arif Nur Hidayah menambahkan, tahun kemarin petani buah semangka di Desa Latukan merugi karena gagal panen akibat hama kutu kebol. Sehingga ketika tahun ini hasil panen cukup melimpah mereka menggelar syukuran dengan do’a bersama serta festival yang berlabel Latukan Pesta Buah 2018.

Sejak lama Desa Latukan dikenal sebagai salah satu desa dengan komoditas utamanya adalah buah semangka. Potensi alam yang dimiliki satu Desa di Lamongan ini dengan pola tanam semangka,melon dan sunrisenya pada tahun ini produksinya melimpah berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Kami sediakan 16 gunungan buah yang terdiri dari buah semangka, melon, blewah, dan sunrise untuk masyarakat yang datang secara gratis meskipun dari kota lain,” jelasnya.

Sejak Pagi, kata Arif Nur Hidayah, kami menyambut masyarakat yang hadir untuk menikmati semangka. “Paginya kita awali dengan petik buah langsung di sawah, timbang, dan bayar. Kemudian kita lanjutkan dengan doa bersama dan makan gratis 16 gunungan buah yang kita sediakan, jelas Arif yang juga menjabat Sekretaris Desa Latukan tersebut.

Selain acara festival 16 gunungan buah ini, kata Arif, sejak kemarin pihaknya juga menggelar acara petik buah langsung di lahan petani. Petik buah langsung inilah, aku Arif, yang kemudian dijadikan gunungan buah. Antusias warga yang besar, kata Arif, membuat panitia berencana akan membuat lagi pesta buah yang lebih besar tahun depannya.

“Terima kasih juga atas partisipasi dari warga dari Gresik, Bojonegoro, Jombang dan Tuban, serta warga Lamongan sendiri yang telah hadir di desa kami, mudah-mudahan dengan syukuran ini, Allah SWT menambahkan rizki, sehingga tahun depan kita laksanakan selama satu minggu,” ujarnya.

Untuk diketahui, Festival Latukan Pesta Buah tahun 2018 ini baru pertama kalinya digelar di Desa Latukan, kegiatan ini diprakarsai dan atas inisiatif para pemuda pemudi Desa Latukan untuk mensyukuri hasil buah Desa Latukan agar dapat dirasakan oleh semua masyarakat. Pula, kegiatan ini diharapkan bisa dijadikan ajang dan agenda wisata di Lamongan. Kemeriahan acara nampak dari antusiasme warga yang datang, sejumlah warga luar Lamongan yang datang untuk ikut berpesta buah.

“Saya tahu dari medsos, akhirnya saya datang, karena penasaran dengan rasa buah semangka di Desa Latukan yang katanya enak dan lebih manis,” kata Faridah (21), seorang warga Manyar Gresik yang sengaja datang bersama teman-temannya.

Sementara, Bupati Lamongan, Fadeli yang juga hadir pada acara festival buah ini mengapresiasi kerja keras perangkat desa dan masyarakat Desa Latukan sehingga bisa menyelenggarakan kegiatan ini. Fadeli berharap, kegiatan seperti ini berkesinambungan dan menjadi agenda rutin setiap tahun.

“Untuk BUMDes Desa Latukan yang sudah sebagai percontohan di tingkat Kabupaten, tingkatkan dan kembangkan, selain itu para pemuda harus tetap kerja keras sebagai generasi penerus agar tidak ketinggalan dengan teknologi khususnya teknologi informasi,” pesannya.

Jurnalis : omdik/ferry/bisri
Editor : Arso