Pemulihan Trauma Healing Korban Gempa Bumi dan Tsunami Palu Oleh Komunitas Pustaka Prana

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Tak kurang dari sembilan orang anggota pustaka prana pagi ini senin (15/10/2018) melakukan kegiatan trauma healing atau pemulihan trauma, untuk korban gempa bumi dan tsunami Palu yang berada di Desa Titik, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan.

Sebanyak 48 siswa sekolah dasar yang terkena dampak dari gempa dan tsunami di provinsi Sulawesi tengah, terpaksa harus mengikuti orang tua mereka kembali pulang ke kampung halamannya di desa titik kecamatan sekaran.

Hampir 500 warga desa titik rata – rata menjadi perantauan di sana. Namun keberadaan mereka tersebar di beberapa kota di sulawesi seperti Palu, Sigi maupun Donggala.

Akibat bencana tersebut terdapat 4 Korban jiwa yang meninggal. Kebanyakan dari mereka yang merantau menjadi pedagang warung tenda dan permanen. Sehingga jumlah warga Lamongan begitu banyak yang menjadi korban bencana alam ini.

Gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) yang mengguncang Palu dan sejumlah daerah di Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 lalu, ternyata menyimpan trauma bagi semua warga saat berada dilokasi bencana. Sebagian dari warga yang trauma kebanyakan terdapat pada anak-anak.

Anak – anak merasakan kepanikan dan sempat menyelamatkan diri dengan hanya memiliki baju dibadan tanpa bisa membawa harta benda apapun. Lalu, akhirnya mereka harus dievakuasi ke jawa mengikuti orang tuanya dikarenakan keadaan di Palu, Sigi dan Donggala masih terdapat gempa susulan dengan suasana yang tidak kondusif.

Melihat keadaan warga Lamongan yang menjadi korban membuat para relawan Pustaka Prana tergerak melakukan bantuan dengan memberi pemulihan trauma healing kepada anak-anak korban bencana. Mereka diajak berkomunikasi sembari bermain untuk menghilangkan rasa takut ataupun trauma yang membayang dalam angan mereka.

Selain bermain, mereka juga diajak bernyanyi, berinteraksi dengan paduan edukasi dan hiburan, beragam hadiah berupa snack maupun peralatan tulis diberikan kepada anak-anak tersebut. Dengan harapan besar aksi kepedulian ini dapat memulihkan rasa trauma psikologis yang mereka rasakan.

Pustaka Prana baru berdiri sejak 7 Oktober 2017 dan memulai kegiatan pada 22 Oktober 2017. Pustaka Prana diketuai Delta samudra (22th). Kelompok relawan ini selalu membuat kegiatan setiap hari Minggu disekitar Alun – alun Lamongan.

Acara ini juga bersamaan dengan pemberian bantuan sembako dan seragam sekolah oleh Netizen Lamongan, mereka semua ingin berbagi dan meringankan beban saudara mereka sesama warga Lamongan yang tertimpa bencana.

Mahmud salah satu koordinator dari para korban Gempa mengucapkan terimakasih atas santunan maupun pemberian bantuan sembako, dan juga memberikan apresiasi terhadap komunitas pustaka prana atas peran mereka dalam membantu menghilangkan trauma anak anak mereka atas bencana ini.

Jurnalis : Omdik/ Ferry/ Bisri
Editor : Arso