Prihatin Bengawan Solo Kotor, GP Ansor dan Banser di Lamongan Gelar Aksi Peduli

LAMONGAN, KANALINDONESIA. COM; Bagi masyarakat Kabupaten Lamongan, Bengawan Solo adalah sumber air, sumber makanan, dan juga sumber keindahan yang tak tergantikan. Bemgawan Solo juga merupakan tempat hidup berbagai flora dan fauna di dalamnya.

Namun saat ini sangat sulit menemukan Bengawan Solo bersih dan bebas dari pencemaran lingkungan. Apalagi beberapa waktu terakhir ini kita melihat kondisi Bengawan sangatlah kotor. Sungai yang terpanjang di Pulau Jawa tersebut menjadi tempat pembuangan sampah, limbah rumah tangga, bahkan limbah industri. Tidak mengherankan jika sungai tampak kotor dan bau.

Bengawan Solo ibarat urat nadi aliran air dari Pegunungan Sewu Wonogiri dan bermuara di Gresik yang melewati banyak wilayah termasuk Kabupaten Lamongan khususnya Kecamatan Kalitengah.Jika diukur dari hulu, Bengawan Solo ini panjangnya sekitar 548,53 km dan mengaliri dua provinsi yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur.

PAC Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalitengah, Lamongan tergerak untuk melakukan suatu aksi sebagai wujud kepedulian terhadap pelestarian lingkungan. Aksi yang diselenggarakan tersebut berupa pembersihan sampah di wilayah bantaran Sungai Bengawan Solo, Senin (22/10/2018).

Sebanyak 50 anggota Banser dan Fatser Kalitengah dikerahkan untuk membersihkan sampah yang yang mengotori di bantaran dan sungai Bengawan Solo sepanjang wilayah Kalitengah, mulai dari di Desa Pengangsalan sampai Desa Sugihwaras Kecamatan Kalitengah,yang belakangan kerap dijadikan sebagai pembuangan sampah oleh warga maupun pengguna jalan.

Ketua PAC GP ANSOR Kalitengah, H Tamim Azhar kepada Kanalindonesia.com, Senin (22/10/2018) mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2018. Selain membersihkan sampah juga memasang banner dengan berbagai tulisan himbauan dengan ajakan yang menarik.

Banner tersebut untuk mengingatkan kepada semua warga akan pentingnya tidak membuang sampah sembarangan apalagi di sungai.

“Gerakan bersih sungai dari sampah ini semoga menginspirasi masyarakat, agar mulai sekarang kita harus peduli dengan sungai, jaga sungai jangan buang sampah di sungai,” kata Tamim.

Ansor dan Banser, kata Tamim tidak sekadar mengimbau, tapi memberikan contoh turun langsung untuk membersihkan sungai dari sampah.

Bahkan GP Ansor bersama Banser juga menancapkan tulisan pesan moral di sudut-sudut sungai, seperti “Yang Cantik Tidak Boleh Buang Sampah di Sungai Bengawan Solo, ” Lestarikan Air, Lestarikan Sungai, dan Lestarikan Kehidupan”.

Lalu tulisan, Sampahmu adalah Sumber Penyakit Kehidupan Air, Bebaskan Sungai Bengawan Solo dari Berbagai Macam Sampah Orang Pintar Mencintai Kebersihan Sungai.

“Semoga tulisan moral ini tidak sekedar dibaca tapi juga diamalkan, niat baik kami ini adalah bentuk pengabdian kami pada ibu bertiwi,” tegas pria yang pernah menempuh pendidikan di Mesir tersebut.

Tamim berharap, gerakan bersih sungai Bengawan Solo ini dilakukan oleh teman masyarakat lainnya yang ada di sepanjang Sungai Bengawan Solo mulai dari Babat hingga perbatasan Gresik.

“Mari kita selamatkan ekosistem Bengawan Solo dengan tidak membuang sampah di sungai,” pungkasnya.

Jurnalis: omdik/ferry/bisri
Editor : Arso