Dewan Trenggalek Ingin Izin Usaha Bisa Lebih Mudah dan Cepat

Guswanto Wakil Ketua DPRD Kab. Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Guswanto, mengharapkan guna meningkatkan daya saing apapun termasuk industri kecil menengah, pertanian dan perikanan dapat dilakukan dengan memberikan pelayanan publik yang mudah. Pelayanan publik itu berjalan dengan mudah dapat dilakukan dengan sistem online seperti yang telah dilakukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap (DPM-PTSP).

“Akses pelayanan mudah dengan online sistem dan multiple channel, maka masalah perizinan dapat teratasi. Daya saing industri pun dapat tercapai,” terang Guswanto, politisi asal PDI Perjuangan ini, Rabu, (24/10/2018).

Menurutnya, dengan pelayanan publik yang mudah, maka tidak akan terjadi pungutan liar (pungli). Selain itu, jika suatu pemerintahan ingin meningkatkan kesejahteraan rakyatnya, syaratnya dengan memberikan pelayanan publik yang baik.

“Syarat lain untuk mencapainya, yaitu pelayanan yang harus transparan, terukur, serta memiliki jiwa kepemimpinan, serta didukung sistem teknologi informasi,”katanya.

Selain itu, perizinan harus lebih diperpangkas lagi sehingga tidak butuh waktu yang panjang ketika ada investor yang akan berinvestasi di sini.

“ Tujuannya agar tidak terlalu banyak yang mengurus aturan-aturan di Trenggalek,” tegasnya.

Lebih lanjut disampaikannya, terkait dengan peraturan dan pungutan itu lebih pada problem struktural. Karena itu bupati harus bisa mengambil kebijakan berupa regulasi yang mudah, cepat dan benar sesuai aturan.

“Jadi, sebetulnya perlu dilakukan restrukturisasi public policy yang serius. Ini sebetulnya kata kunci yang perlu dilakukan. Perlu adanya kekuatan super dari bupati dalam mengambil itu,”tegasnya.

Dia mengingatkan para pelaku usaha industri bisa menjadi second opinion bagi bupati, utamanya dalam mengembangkan dan memperbaiki perekonomian di Trenggalek.

“Karena pelaku usaha itu sendiri yang telah merasakan dan melakukan pengembangan industri di Trenggalek. Maka harus diberikan para pelaku industri untuk melakukan perbaikan,” tuturnya.(ham)

welas arso-hari santri nasional 2018