Muhadi Minta Kadus Bagikan Bantuan Dengan Merata

Ketua Koordinator Huntara, Muhadi saat di wawancarai beberapa waktu lalu, di tenda penerimaan bantuan BPBD Lombok Utara.

TANJUNG, KANALINDONESIA.COM: Ketua Koordinator Huntara Muhadi, mendukung program kembali ke rumah yang digalang Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU). Hal ini dilakukannya dengan memberikan bantuan stimulan berupa bahan bangunan untuk membangun Huntara kepada korban gempa.

Namun dalam penyaluran ini, diakuinya telah terjadi miskomunikasi di lapangan. Karena Kadus sebagai perantara penyaluran bantuan ke masyarakat, tidak membagi ratakan bantuan sesuai yang sudah ditetapkan.

“Dan itu kita sudah temukan di dua dusun di Kecamatan Tanjung ini,” ungkapnya, saat ditemui di tenda penerimaan bantuan BPDB KLU, Kamis (25/10/2018).

Ia menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan mengenai kejadian ini, beberapa hari yang lalu. Namun setelah menerima laporan, timnya langsung mengambil sikap dengan melakukan pemanggilan Kadus yang bersangkutan untuk melakukan klarifikasi.

Diakuinya, Setalah dilakukan klarifikasi terkait hal tersebut, Kadusnya mengaku telah melakukan pembagian bantuan triplek dan seng itu tidak merata. Masing-masing KK hanya diberi 2 lembar triplek dan seng saja. Padahal seharusnya mereka (warga) masing-masing mendapatkan 6 lembar per KK.

“Memangnya dua lembar itu bisa bangun apa coba, kandang ayam,” kesalnya.

Lanjutnya, Berdasarkan hasil keterangan Kadus saat itu, ternyata terjadinya pembagian yang tidak merata itu dikarenakan, Kadusnya merasa tidak enak dengan masyarakatnya yang belum menerima. Namun Muhadi menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak boleh terjadi lagi.

Sebab, bagaimanapun itu adalah hak yang sudah diajukan namanya sebagai penerima. Sedangkan yang belum dapat, tinggal Kadusnya yang melaporkan lagi berapa KK yang belum mendapat.

“Tinggal dilaporkan aja berapa yang belum menerima itu, jangan sampai harus memotong jatah yang akan menerimanya,” jelasnya.

Sebab, dalam hal ini, diakuinya bahwa Pemkab tidak akan membatasi seberapa banyak pengajuan untuk bahan bangunan masyarakatnya, yang akan membangun Huntara ini. Karena dalam prosesnya ini juga, tetap akan dilakukan verifikasi oleh Pemkab dan Kadusnya.

Dalam verifikasinya, penerima harus melampirkan foto kerangka Huntaranya yang sudah dibangun, supaya bisa mendapatkan bantuan itu. Kalau memang sudah terbangun, barulah pihaknya bisa menyuplai barang tersebut. Tidak hanya itu, warga yang sudah mendapat Huntara dari NGO juga bisa meminta, kalau memang Huntara yang bangunkan itu berupa terpal.

“Contohnya Seperti Huntara Ceria di Tanjung itu,” imbuhnya.

Sebab itu, ia berharap ke Kadus untuk datang langsung mengajukan usulan itu. Sebab selama ini yang datang hanya ketua RT dengan membawa jumlah KKnya itu sendiri. Sedangkan, jika Kadusnya yang datang, malah akan mempercepat dan mempermudah prosesnya.

Sebab menurutnya, dalam hal ini Kadus itu lebih paham dan tahu mana yang harus mendapatkan bantuan ini. Karena kadus itu tahu mana rumah warganya yang mengalami rusak berat, sedang atau ringan.

“Untuk itu kita harapkan masyarakat bersabar dalam proses penerimaan bantuan ini, karena memang harus mengantri,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam hal ini masyarakat diminta untuk bersabar, agar bisa mendapatkan bantuan bahan bangunan stimulan ini. Sebab antriannya terbilang masih panjang. Hingga kemarin (red) sudah tercatat 2.000 lebih KK yang mengajukan usulan bantuan ini.

“Hari ini saja, kita hanya melayani permohonan yang dari tanggal 6 sampai 8 saja,” pungkasnya. (Idam)