Tidak Cukup 5 M, PDAM Minta Suntikan Anggaran Lebih di APBD-P

PENGECEKAN: Dirut PDAM Tanjung, Raden Waliadin (baju biru) dan stafnya (kuning) saat memeriksa kondisi salah satu saluran air PDAM, beberapa waktu lalu.

TANJUNG, KANALINDONESIA.COM: Dirut Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tanjung, Raden Waliadin, membutuhkan anggaran cukup besar untuk perbaiki fasilitas perairan yang rusak akibat gempa bebepa waktu lalu. Sebab itu, dirinya berencana untuk mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menambah anggaranya di APBD Perubahan 2018.

“Akibat bencana gempa yang terjadi 5 Agustus lalu, kerugian kita cukup besar, mencapai Rp 25 milliar,” ungkapnya, Kamis (25/10/2018).

Ia menjelaskan, saat ini PDAM membutuhkan anggaran yang cukup banyak untuk perbaikan fasilitas perairannya. Hal ini dihitungnya dengan membandingkan pendapatan yang di dapat saat ini dengan kerugian yang dialami.

Namun diakuinya, saat ini PDAM hanya dianggarkan sebesar Rp 5 miliar saja dari APBD-P 2018 ini. Jumlah itu sama seperti tahun sebelumnya, pada saat gempa belum terjadi. Dengan melihat kerugian mencapai Rp 25 milliar ini, rasanya masih belum cukup dengan anggaran yang diberikan, masih perlu penambahan lagi.

“Yang kita inginkan agar anggaran penyertaan modal tersebut bisa ditambah, untuk membenahi fasilitas juga persoalan yang ada ditingkat pelanggan,” jelasnya.

Lanjutnya, jika pernyataan modal itu ditambah, ia yakin PDAM bisa kembali dalam kondisi semula lagi. Sebab realnya, pendapatan yang diandalkan PDAM saat ini hanya melalui pelanggan perhotelan saja. Sedangkan untuk pelanggan umumnya, saat ini belum bisa diandalkan.

Karena itu, diakuinya, PDAM Tanjung ini adalah PDAM di daerah yang bisa dikatakan pendapatannya sangat minim saat ini. Sebab dari 14 ribu jumlah pelanggan, 7 ribunya berasal dari masyarakat. Sedangkan 500 pelanggan lainya berasal dari perhotelan dan sisanya adalah para pengusaha kecil.

“Karena itu PDAM sangat mengharapkan dana suntikan yang lebih besar lagi dari pada sebelumnya,” harapnya.

Sebab, ia menilai Rp 5 miliar itu sangatlah kecil, jika dibandingkan dengan jumlah kerugiannya. Karena itu ia berharap Perda tentang penyertaan modal PDAM yang diberikan secara bertahap selama 5 tahun itu, bisa diberikan sekaligus.

Menurutnya, jika diberikan sekaligus memungkinkan bisa digunakan untuk membenahi dan menormalkan kembali kerusakan fasilitas PDAM yang rusak akibat bencana gempa.

“Karena kita sudah tahu bersama bagiamana kondisi PDAM pasca bencana gempa ini terjadi,”imbuhnya.

Terpisah, Pengawas PDAM Tanjung, Zaenudin juga mengaku, akan secepatnya berkoordinasi dengan komisaris, yang dalam hal ini adalah bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar. Koordinasi tersebut adalah membahas tentang keadaan dan kondisi PDAM saat ini. Supaya diharapkan bisa mendapatkan penambahan modal dari jumlah anggaran penyertaan PDAM itu.

“Kita akan meminta bupati untuk memberikan kelonggaran dengan menambah jumlah anggaran penyertaan modal pada PDAM Tanjung,” pungkasnya. (Idam)