Gandeng Lovepink, Super Indo Ajak Pelanggan dan Karyawanya Deteksi Dini Kanker Payudara

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Super Indo, jaringan ritel internasional Ahold Delhaize asal Belanda yang hadir di 40 kota di Pulau Jawa dan Sumatera, bekerjasama dengan Lovepink menggelar talkshow kesehatan bertema Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara dan Mengenali Bahan Pangan Segar Penunjang Pencegahan dan Pemulihan Kanker Payudara di Super Indo Duren Tiga, Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Acara ini diikuti puluhan peserta dari para pelanggan dan karyawan Super Indo, masyarakat umum, para penderita kanker payudara dan keluarganya serta media massa.

Yuvlinda Susanta, Head of Corporate Affairs and Sustainability Super Indo, mengatakan acara ini diadakan dalam rangka bulan peduli kanker payudara yang dirayakan selama bulan Oktober.

Selain itu, kanker payudara sudah menjadi isu global yang terjadi karena gaya hidup dan genetik keturunan.

“Alhamdulillah respon nya positif banyak yang hadir. Ini sebagai pilot project agar ke depannya lebih luas lagi yang akan di adakan di daerah-daerah, terutama di 40 kota besar di Indonesia di gerai-gerai Super Indo,” ujar Yuvlinda.

Dengan jumlah 158 gerai, kata Yuvlinda, pihaknya berkomitmen untuk mempromosikan dan mendukung pola makan sehat bagi masyarakat dan karyawan serta menyelenggarakan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

“Sepanjang bulan Oktober 2018 ini untuk meningkatkan pengetahuan pelanggan, kami memasang informasi di rak-rak buah dan sayur seputar bahan pangan dalam melawan sel kanker dan mencegah terjadinya kanker payudara,” ungkapnya.

Yuvlinda percaya bahwa kanker payudara dapat dicegah dengan menjalankan gaya hidup sehat dan mengkonsumsi makanan sehat secara seimbang.

“Disini kami ingin mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk mengenali bahan pangan segar untuk mencegah timbulnya kanker payudara. Bahan pangan segar ini mudah didapatkan di Super Indo,” kata Yuvlinda sumringah.

Sementara itu, Ruth Firsa Velasari selaku penggiat Lovepink menjelaskan Lovepink baru berdiri 4 tahun ini sebagai pendampingan pasien terkena kanker payudara agar berjuang menjalani serangkaian perawatan dan pengobatan seperti USG, mamografi, hingga kemoterapi.

Selain itu, lembaga non profit ini mengedukasi ke sekolah-sekolah dan kampus universitas dalam mencegah timbulnya kanker payudara di kalangan wanita usia muda.

“Kalau dulu yang terkena kanker payudara adalah wanita usia 40 tahun ke atas akibat gaya hidupnya saat muda, namun kini kanker payudara sudah menyerang usia 20 tahun bahkan belasan tahun baik wanita di perkotaan maupun di daerah-daerah,” katanya.

Oleh karena itu, ia menyarankan para wanita di waktu luang melakukan periksa dini kanker payudara. Terdapat 3 langkah deteksi dini kanker yakni SADARI atau jadikan kebiasaan melakukan pemeriksaan payudara sendiri di depan kaca.

Kedua periksa payudara ke dokter ahli, dan ketiga adalah periksa dengan alat USG dan Mammografi. Melalui alat ini akan terdeteksi terkena kanker kanker payudara atau tidak.

“Untuk wanita usia 20-30 tahun sebaiknya periksa di dokter ahli setiap 3 tahun sekali. Sedangkan usia di atas 40 tahun periksa setiap tahun. Kalo sudah kemoterapi, biasanya pasien kanker payudara akan timbul rasa mual, rontok rambut, malas. Ini menjadi tantangan kami dalam pendampingan,” jelas Ruth.

Ditambahkan oleh Kharizka C Pakupi, MS RD bahwa pasien kanker payudara sebaiknya banyak mengkonsumsi buah dan sayuran. Namun jikalau ingin mengkonsumsi daging atau kacang kedelai sebaiknya mengkonsumsi dalam batas kewajaran.

“Yang penting perbanyak buah dan sayuran. Mengenai ada bahan pestisida atau tidak, sebaiknya pestisida yang nempel di buah dan sayuran dihilangkan saat pengolahan menjadi makanan seperti buah dan sayuran dicuci sebelum olah. Kurangi makan kacang kedelai baik saat iolah menjadi tahu tempe maupun ekstrak kedelai,” jelas bahagia @Rudi