Ribuan Peserta Seleksi CPNS Terpental

Kepala Badan Pegawaian Daerah (BKD) KLU, Muhammad Najib saat diwawancarai dikantor sementaranya, Jumat (26/10/2018).

TANJUNG, KANALINDONESIA.COM: Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lombok Utara, Muhammad Najib katakan, sebanyak 5602 peserta yang mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), 1640nya tidak lolos seleksi. Hal ini diperkirakan karena pendaftar belum melengkapi semua berkas yang sudah menjadi persyaratannya.

“Yang tidak lulus ini mungkin karena mereka tidak melengkapi administrasi persyaratannya,” ungkapnya, Jumat (26/10/2018).

Ia menjelaskan, persyaratan melengkapi akreditasi kampus sesuai tahun kelulusan juga mungkin menjadi kendala. Karena, memang banyak yang tidak melapirkan itu, hal ini dimungkinkan karena kampus tempatnya kuliah belum terakreditasi, dan bisa juga mereka mengabaikannya.

Sedangkan, data yang masuk ke server BKD juga, akan tetap di kroscek ulang. Agar bisa mengetahui mana yang belum melengkapi berkasnya. Barulah tim seleksi BKD melakukan konfirmasi ke yang bersangkutan untuk melengkapi yang menjadi kekurangannya.

“Kita langsung lakukan konfirmasi ke bersangkutan via phone untuk melengkapi berkasnya,” jelasnya.

Lanjutnya, tahap berikutnya mereka (pelamar) setelah dinyatakan lulus berkas, barulah bisa mengikuti tes seleksi. Karena itu, saat ini rencana untuk melakukan seleksi masih menunggu arahan dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Namun, saat ini diakuinya dalam waktu dekat ini akan melakukan rapat untuk mencari tempat yang resprentatif, untuk rencana seleksi itu.

“Tapi rencananya sih akan diadakan di Grand Imperial Ballroom itu, yang berada di perumnas untuk seleksinya,” jelasnya.

Diakuinya, dalam proses pelaksanaan seleksinya nanti, tidak mungkin bisa dilakukan dalam waktu dua atau tiga hari. Karena, dalam satu kali seleksi akan dipersilahkan sebanyak 450 orang, dan memakan waktu sampai dua jam.

Karena itu, saat ini, sedang diaturkan jadwalnya, untuk persiapan seleksi. Karena tidak hanya peserta di Lombok Utara saja yang akan ikuti seleksi disana, tapi se-pulau Lombok.

“Memang hanya Lombok Timur saja yang tidak ikut seleksi di Mataram karena mereka punya tempat sendiri,” imbuhnya.

Diakuinya, dalam pendaftaran kali ini dibuka sebanyak 274 formasi. 10 formasinya adalah untuk tenaga kesehatan, hanya saja saat ini yang mendaftar untuk tenaga kesehatan hanya dua orang saja, yakni dokter mata dan psikologis klinik. Sedangkan untuk tenaga kesehatan lainya seperti spesialis gigi, psikologis tidak ada yang mendaftar.

Sebab itu, dalam masalah ini ia berencana untuk bersurat lagi ke pusat, untuk melaporkan minimnya peminat untuk tenaga kesehatan ini. Walupun sebelumnya sudah pernah bersurat tapi belum ada jawaban.

“Besok rencananya kita akan bersurat lagi karena melihat tidak adanya peminat untuk tenaga kesehatan ini,” katanya.

Tambahnya, kemungkinan tidak adanya peminat ini terkendala dengan umur. Sebab kemarin (red), ada dokter spesialis yang mendaftar tapi terkendala dengan usia yang sudah lewat batas dari standar yang ditetapkan, yakni 35 tahun.

“Ada juga yang mau mendaftar kemarin tapi umurnya diatas 35, cuman inikan bertentangan dengan aturan yang ada,” pungkasnya. (Idam)