Butuh Perda Khusus, Untuk Tekan Maraknya Anjal

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Satpol PP Pemkab Lamongan mengeluhkan belum adanya perda yang mengatur tentang anak jalanan (anjal).

“Saya sendiri masih kebingungan karena tidak ada perda yang menjadi dasar untuk melakukan penangkapan anjal dan belum ada perda untuk melakukan penindakan,” kata Kasi Oprasi dan Pengendalian Satpol PP, Bambang Yustiono.

Menurut Bambang, selama ini anjal tetap ada setelah dirazia. Mereka terkadang berasal dari dari luar kota yang menumpang truk atau mengamen. “Beberapa kali dilakukan penangkapan terhadap anjal, namun tidak akan ada habisnya. Setelah dirazia, banyak yang datang dari kota lain,” imbuhnya.

Bahkan, beberapa kali anjal yang tertangkap, tidak kapok. Mereka kembali mangkal di beberapa titik-titik pertigaan dan perempatan. Hal itu bisa terjadi karena setelah tertangkap, anjal hanya diberi pembinaan.

Bambang membandingkan antara anjal dengan PSK. Setelah dilakukan penangkapan, PSK dikirim ke Surabaya atau Kediri untuk mengikuti pelatihan.

“Jadi sekarang, meskipun dilakukan razia tetap saja yang lain datang lagi karena tidak ada perda yang menjadikan efek jera bagi anak-anak tersebut. Beda lagi, kalau ada karangtina khusus anak-anak hingga diberikan ketrampilan. Pastinya itu salah satu cara untuk menekan adanya anjal di beberapa wilayah karena sudah ada tempat ketrampilan,” pungkasnya.

Jurnalis : omdik/ferry/bisri
Editor : Arso