Bawa Kue Tart di HUT ke 68 Dokter Nasional, Ini Wejangan Bupati Trenggalek 

Bupati Trenggalek, Emil Dardak berikan kejutan berupa kue tart kepada dokter di IGD RSUD dr. Sudomo Kab. Trenggalek pada HUT ke 68 Dokter Nasional 

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Dalam rangka Hari Ulang Tahun ke 68 Dokter Nasional yang jatuh pada 24 Oktober 2018, Bupati Trenggalek, Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak  memberikan kejutan  kue tart  kepada para dokter yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD dr. Soedomo Trenggalek, Kamis, (25/10/2018).

Di sela-sela memberikan kejutan tersebut Bupati Emil berpesan agar para petugas medis bisa memberikan pelayanan yang terbaik, pada kesempatan itu pula Bupati juga mendoakan agar para Dokter dan Perawat selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan tugasnya.

“Di hari ulang tahunnya kita mensupport para dokter kita agar mereka juga memacu kinerja dan kualitas kerjanya,” ucapnya.

Kini, di usia ke 68 tahun, lanjut Bupati yang siap dilantik menjabat Wakil Gubernur Jatim itu,  Hari Dokter Nasional diharapkan bisa lebih membangkitkan semangat para dokter terutama dokter muda untuk terus berkarya dan mengedukasi masyarakat bagaimana hidup lebih sehat.

“Saya ingin para dokter kita memiliki visi memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien sekaligus menginspirasi dan memberikan dampak positif bagi kehidupan orang lain,”ujarnya.

Selain itu, dia berharap agar dokter-dokter Trenggalek  mampu berkontribusi kepada daerah  melalui pekerjaan, ataupun inovasinya.

“Saya berharap awareness masyarakat tentang berbagai topik kesehatan semakin meningkat. Dan akses untuk mendapatkan informasi kesehatan bagi mereka juga semakin mudah,”tukasnya.

Menurut Emil Dardak, permasalahan umum sekarang ini banyak masyarakat yang mengeluhkan tentang pelayanan dokter. Namun juga harus kita sadari bahwa dokter juga manusia yang punya kekurangan dan kelebihan.

“Karena ada satu tantangan bahwa dokter itu profesi, berdasarkan undang-undang, dokter juga harus meningkatkan dan menjaga profesinya,” terangnya.

Ditambahkan Emil, Pemkab Trenggalek akan terus menunjukkan apresiasi kepada para dokter, dengan akan adanya sistem baru saat ini yang digagas yakni, jika hari Sabtu dokter itu ada pendidikan peningkatan profesi. Dari situ akan ada kompensasi dari peningkatan layanan dihari biasa. Serta membangun sistem walaupun dokter tidak ada namun pasien tetap bisa mendapatkan pelayanan aktif.

“Jadi tujuannya, ketika dokter tidak ada di hari Sabtu maka pasien tetap akan bisa di tangani. Semua itu dengan sistem teknologi,” imbuhnya.

Jika sistem sudah berjalan maka tidak harus menunggu dokternya balik, dengan meningkatkan emergency medical service walaupun dokter tidak ada pasien akan tetap tertangani.

“Pelayanan prima kepada pasien itu yang kita harapkan,’ pungkasnya. (ham)