Pemda Serahkan 482 Buku Rekening di Tanjung

Sekertaris Daerah (Sekda) Lombok Utara, Drs H Suardi, MH,(kanan) saat menyerahkan buku rekening kepada masyarakat penerima bantuan stimulan, di Kantor Desa Sokong, Minggu (28/10/2018).

TANJUNG, KANALINDONESIA.COM: Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU), secara simbolis serahkan 482 rekening bantuan stimulan untuk korban gempa di kantor Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Minggu (28/10/2018). Bantuan ini diserahkan untuk dua Desa yakni Desa Sokong dan Desa Medana.

Dalam penyerahan ini turut hadir , Sekertaris Daerah (Sekda) Lombok Utara, Drs H Suardi, MH, Kasi Rekonstruksi Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) KLU, Wayan Sweden dan Asisten Manajer Pemasaran Bank BRI, M Fikri Budi Aulia, juga Kepala Desa Sokong, Sutanto, serta masyarakat penerima rekening bantuan stimulan.

“Kalau ada masalah yang dialami, tinggal laporkan atau konsultasikan saja sama Kepala Desa, atau ke kita langsung,” Ungkap, Sekda Klu, Drs H Suardi SH, saat memberikan arahan kepada masyarakat penerima rekening bantuan stimulan di kantor Desa Sokong , Minggu (28/10/2018).

Ia menjelaskan, dalam proses ini banyak persyaratan yang perlu dipersiapkan pemerintah untuk proses percepatan pencarian dana stimulan ini. Mulai dari pendataan rumah warga terdampak gempa hingga validasi dan mengurus bantuan stimulan untuk perbaikan rumah warga.

Dalam proses ini, ia mengimbau masyarakat untuk berkoordinasi dengan kepala desa masing-masing jika mengalami kesulitan. Sebab dalam proses percepatan pencarian dana stimulan ini, pemerintah daerah maupun pusat sangat serius menanggapinya. Apalagi saat ini cuacanya begitu panas dan sebentar lagi masuk musim hujan, tentu ini sangat menghawatirkan.

“Sehingga itu, saat ini pelayanan untuk masyarakat perlu dipercepat, agar masyarakat bisa kembali kerumah,” jelasnya.

Lanjutnya, usai menyerahkan langsung buku rekening ke masyarakat penerima bantuan stimulan. Ia berharap, dalam proses pencarian ini, masyarakat diharapkan untuk segera membentuk kelompok masyarakat (pokmas). Agar bisa mempercepat pencairan dan memulai proses pembangunan rumah.

“Adapun tiga jenis rumah yang ditawarkan pemerintah untuk dibangun, yakni Risha, Riko atau Rika, dan itu tergantung pokmas mau memilih yang mana,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi Rekonstruksi BPBD KLU, Wayan Sweden memaparkan, buku rekening yang dibagikan saat ini berjumlah 482 untuk dua desa. Sebanyak 263 KK untuk Desa Medana dan 219 KK untuk Desa Sokong. Pembagian buku rekening ini juga tidak hanya untuk yang rusak berat saja, tapi untuk semua kerusakan dengan tingkat yang berbeda. Mulai dari rumah yang dikategorikan rusak berat, sedang hingga rusak ringan, dan itu sudah disesuaikan dengan SK pertama sampai SK ke 14.

Lanjutnya, dari 40 ribu lebih rekening yang sudah dicetak oleh BRI, sebanyak 13.388 yang baru terisi. Sedangkan untuk pencairan rumah yang rusak berat, akan melalui tiga tahap. Ditahap pertama hari ini hanya diberikan Rp 25 juta, terus ditahap kedua Rp 15 juta dan Rp 10 juta ditahap ketiga.

“Kita serahkan setengahnya dulu, sisanya kita lihat dari hasil progres pekerjaannya dan menunggu transfer dari BNPB Pusat,” katanya.

Dilokasi yang sama, Kades Sokong, Sutanto menyampaikan, dalam hal ini diakuinya, pemerintah desa bersama pendamping desa sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman ke masyarakat tentang tahapan penyaluran bantuan dana stimulan.

“Kami sudah turun ke masyarakat, memberikan pemahaman bagaimana tahapan mendapatkan bantuan stimulan ini,” pungkasnya. (Idam)