Ratusan Pelajar di Trenggalek Konvoi Kampanyekan Sumpahin Narkoba

sumpahin narkoba, Kasi P2M BNNK Trenggalek saat orasikan ‘Sumpahin Narkoba dihadapan ratusan pelajar saat peringati ke 90 Hari Sumpah Pemuda

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Sebanyak 300 pemuda dari berbagai komunitas yang ada di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, melakukan kegiatan konvoi simpatik Anti Narkoba yang digelar pihak Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Trenggalek berbarengan dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres setempat.

Tak hanya memasang stiker / baliho keliling di tiap kecamatan, kegiatan yang bertajuk ‘Sumpahin Narkoba’ di peringatan ke 90 Hari Sumpah Pemuda itu juga berkampanye tertib berlalu lintas di sepanjang rute yang dijadwalkan dengan start di kawasan Hutan Kota (Huko), Minggu, (28/10/2018).

Djaenul Muttakin, Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Trenggalek mengatakan kegiatan yang diprakarsai bersama dengan Satlantas Polres Trenggalek itu merupakan bentuk kesolidan pemuda dan pelajar di Trenggalek untuk tidak memberikan ruang terhadap peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.

“Yang punya ide ini komunitas pemuda di sini dan kita yang memfasilitasinya,” ucapnya.

Diakuinya, pihaknya sempat kewalahan karena jumlah peserta mengalami pembengkaan sehingga harus melakukan evaluasi agar jumlah sesuai perencanaan awal dan tidak over kapasitas.

“Itu pesertanya membludak, kita kewalahan, maka sesuai kesepakatan panitia tetap kita batasi jumlahnya,” lanjutnya.

Dikatakan Djaenul, keterlibatan pemuda dalam ikut perangi narkoba sangatlah penting karena dari komunitas mereka itu keberdaan sasaran penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba.

“ Mereka yang disasar dan dari mereka yang bangkit untuk memeranginya,”katanya.

Dari sasaran kampanye itu , ada penempelan stiker dan pemasangan baliho yang kini ngetren dengan sebutan bahasa lokal ‘Narkoba Ora Ritek’ (Narkoba Gak Usah=bahasa Indonesia) yang diyakininya mampu menjadi viral serta mudah dipahami dari berbagai kalangan tidak hanya pemuda saja di wilayah Trenggalek ini.

“Narkoba Ora Ritek itu formula sosialisasi kampanye kita agar pelajar, pemuda serta masyarakat tidak usah menggunakan atau sekedar coba-coba terhadap barang haram itu dikarenakan hanyalah kesia-siaan hidup serta tidak ada manfaatnya,”tandasnya.

Sementara kegiatan yang juga dibarengi dengan kampanye tertib berlalu-lintas itu langsung dipimpin Iptu Agustyo, SH dari Unit Dikyasa Satlantas Polres Trenggalek diharapkan agar masyarakat khususnya para pemuda dan pelajar di Trenggalek lebih tertib berlalulintas.

“Ini kesempatan kita agar para pelajar itu paham UU lalu lintas berikut tata cara berkendara yang aman dan sopan,” terangnya.

Agustyo berharap kegiatan yang semacam bisa dilakukan secara kontinu agar angka kecelakaan di jalan akibat tidak tertibnya masyarakat berlalulitas bisa lebih ditekan semaksimal mungkin.

“Angka laka kita makin menurun tapi kita tetap harus membuat program agar angka itu lebih di turunkan lagi,” pungkasnya. (ham)