Diduga lalai, Mekanik Tewas saat Kerjakan Proyek di Trenggalek

Polisi lakukan olah TKP atas meninggalnya Yoki Saputro, (21),mekanik alat berat di TKP Pasar Tradisional Kec.Gandusari Kab. Trenggalek, Senin , (29/10/2018).

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Yoky Saputro (21) seorang pekerja mekanik, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur mengalami kecelakaan kerja hingga tewas, Senin (29/10/2018).

Korban merupakan salah satu pekerja mekanik alat berat jenis crane yang kini sedang menggarap bangunan rehab Pasar Tradisional Gandusari, Kecamatan Gandusari. Dugaan sementara dari hasil penyelidikan petugas dan olah tempat kejadian perkara (TKP), akibat kelalaian kerja dan korban terkena bagian body alat berat itu yang mengahntamnya.

“ Benar seorang pekerja alat berat jenis Crane mengalami kecelakaan kerja hingga tewas. Untuk saat ini kasus sudah kita limpahkan ke Polres Trenggalek guna penyidikan penyebab terjadinya kecelakaan. Dugaan sementara dari hasil olah TKP, korban tewas akibat terkena body alat berat,’’ ucap Kapolres Trenggalek melalui Kapolsek Gandusari AKP Rohadi di tempat kejadian perkara (TKP).

AKP Rohadi memaparkan, korban bersama empat orang temannya tengah bekerja di pasar Gandusari yang sedang dibangun. Pada saat melakukan aktifitas menancapkan beton (paku bumi) menggunakan alat berat, diduga lalai sehingga mengalami kecelakaan kerja.

“ Korban ini salah satu pekerja operator alat berat dibagian atas. Setelah mengalami kecelakaan kerja, korban langsung dilarikan ke puskesmas terdekat, namun nahaz nyawa korban tidak bisa tertolong dan meninggal dunia,’’ imbuhnya.

Ditambahkan, dari hasil periksaan medis puskesmas Gandusari, korban mengalami luka di bagian kepala karena benturan benda keras hingga keluar darah pada telinga, hidung dan mulut serta leher, paha sebelah kanan patah.

“ Korban tewas saat menjalani perawatan intensif di puskesmas Gandusari. Dan untuk saat ini jenazah di bawa ke RSUD Trenggalek guna dilakukan otopsi. Sedangkan kasus masih dalam proses penyidikan petugas,’’ pungkas AKP Rohadi.(sup/ham)