Kapolres Lamongan Angkat Bicara Tentang Kabar Penculikan Anak

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Kapolres Lamongan, AKBP Feby Dapot Perlindungan Hutagalung, ikut menanggapi beredarnya kabar tentang adanya pencurian dan penculikan anak di media sosial. Menurut dia kabar di dunia maya itu hoax.

“Tidak ada Mas kalau di sini. Semua berita yang sudah menyebar di media sosial tak benar,” katanya.

Kabar yang berkembang, terjadi penculikan anak hingga dilakukan pengambilan organ tubuh mulai jantung, mata hingga ginjal.

Menurut Kapolres, Kapolri telah melakukan pengecekan beberapa Kapolda. Tidak ada penculikan dan pencurian organ tubuh anak seperti yang menyebar luas di media sosial. Termasuk pencurian anak berumur 1 – 12 tahun.

Kapolres menegaskan tidak ada pencurian anak tersebut. Dia berharap semua warga tidak khawatir adanya isu penculikan tersebut. Kapolres juga berharap para orang tua dan anak beraktivitas seperti sediakala.

“Namun, untuk menjaga dan kewaspadaan, pastinya sangat penting sekali,” ujarnya.

Nurmala, salah satu warga Lamongan mengatakan, dirinya selama tiga hari terakhir takut dengan berita penculikan anak yang dia baca di media sosial. Apalagi, ada kabar pelakunya penjual makanan yang disukai anak-anak, orang gila, ibu hamil dan pengemis.
“Siapa juga akan resah atau takut adanya berita tersebut,” ujarnya.

Karena kabar tersebut, anaknya yang berumur 5 tahun tidak diperbolehkan bermain ke rumah tetangga setelah pulang sekolah.

“Meskipun, sudah mengetahui kalau berita tersebut tak benar tapi tetap saja membuat trauma melihat adanya foto-foto korban yang menyebar luas,” katanya.

Jurnalis: omdik/ferry/bisri
Editor : Arso