KPU se-Indonesia Serahkan Bantuan Untuk Korban Gempa Lombok

Perwakilan KPU RI (kanan) saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada masyarakat terdampak gempa, di Dusun Lekok Desa Gondang, kecamatan Gangga, Jumat (2/11/2018).

TANJUNG, KANALINDONESIA.COM: Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI bersama KPU se-Indonesia kunjungi pengungsian masyarakat yang terkena dampak gempa Lombok, di Dusun Lekok, Desa Gondang Kecamatan Gangga. Kunjungan ini sekaligus dalam rangka melaksanakan Konsolidasi Nasional (Konsolnas) yang diselenggarakan di Senggigi.

“Jadi tujuan kami hadir disini, bersama KPU RI juga KPU seluruh Indonesia sekaligus sedang melaksanakan konsolnas di Senggigi,” ungkap Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Anshori di pengungsian masyarakat terdampak gempa di Dusun Lekok, Desa Gondang, kecamatan Gangga, Jumat (2/11/2018).

Ia menjelaskan, kunjungan ini merupakan sebagai bentuk empati akan musibah yang dialami masyarakat akibat gempa. Sekaligus untuk memberikan semangat kepada masyarakat agar cepat bangkit.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga sekaligus memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pemilu 2019. Walupun diakunya, kondisi yang dialami masyarakat saat ini belum stabil, mereka (masyarakat) yang masih tinggal dihunian sementara ini masih tetap bisa untuk memilih.

“Kegiatan ini sudah kami organisir sejak dulu bersama KPU se Indonesia, untuk memberikan bantuan secara langsung, sekaligus melihat kondisi masyarakat,” jelasnya.

Bahkan katanya, peserta yang hadir saat ini sebagiannya sudah pernah mengalami hal yang sama seperti yang dialami masyarakat saat ini. Karena yang hadir ini ada juga KPU dari Aceh, Sulawesi Tengah dan Jogja juga lainya.

Diakuinya, bantuan yang diserahkan saat ini hanya sekedar untuk cendra mata saja. Karena sebelumnya sudah diserahkan bantuan berupa makanan dan minuman juga tenda dan sebagainya.

“Itu sudah kita salurkan bantuan, dan tidak hanya di Lombok Utara saja tapi dikabupten lain juga,” katanya.

Ia berharap, walaupun dalam keadaan seperti ini, untuk Tempat Pemilihan Sementara (TPS) tidak akan berubah. Karena masyarakat akan tetap menggunakan TPS yang ada.

Melihat masyarakat pengungsian di dusun Lekok dengan jumlah yang banyak saat ini, dan tinggal dengan huntara dengan tanah yang lapak. Ia menilai, bahwa masyarakat akan tetap bisa melakukan pemilihan dengan membuat TPS disini (pengungsian).

“Mereka akan buat TPS disini, dan juga pasti jumlahnya bertambah dibandingkan pemilihan sebelumnya,” katanya.

Ia pastikan, bahwa masyarakat tetap bisa melakukan pemilihan walaupun berada di hunian sementara saat ini. Sebab, bagaimanapun, dalam keadaan seperti ini tidak akan mempengaruhi hak masyarakat untuk memilih

“karena walaupun mereka dipengungsian saya yakin tidak akan berpengaruh terhadap pemilihan yang akan datang,” pungkasnya.(Idam)