Kampanye Stop Narkoba, BNNK Trenggalek Gelar  Selawat Bersama Kodim

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Trenggalek, Jawa Timur bersama Komando Distrik Militer (Kodim) 0806 Trenggalek menggelar selawat serta zikir dengan masyarakat sekaligus  kampanye stop narkoba.

Bertemakan ‘Berkat Sholawat Narkoba Minggat’  yang dilaksanakan di lapangan Makodim jemaah Sholawat Lintas Jalanan Satu Tujuan (Jaljalut) Indonesia pimpinan Gus Badar dari Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Trenggalek ikut dimeriahkan pula penampilan group hadrah Ar-Rohmah dari Polres Trenggalek.

Plt. Kepala BNNK Trenggalek, Kompol Susetya Budi Utama, mengatakan bahwa acara ini digelar guna mensosialisasikan tentang bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) serta upaya dalam merevolusi mental generasi muda Indonesia khususnya Trenggalek agar benar-benar menjauh dari yang namanya narkoba dan sejenisnya.

“Dengan diadakannya acara sholawatan berjemaah ini kami berharap pada generasi muda Trenggalek kedepan benar-benar akan bisa menjauhi narkoba. Bisa menjadi pelopor bagi masyarakat untuk menghindari ataupun tidak akan pernah mencoba narkoba, ” ungkapnya,Sabtu (3/11/2018).

Kompol Budi melanjutkan, Indonesia saat ini sedang mengalami darurat narkoba. Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 2017 mencatat jumlah penyalahguna narkoba di Tanah Air mencapai 3,5 juta orang dan hampir 1 juta orang di antaranya bahkan telah menjadi pecandu.

“Jumlah penyalahguna narkoba di Indonesia diperkirakan telah mencapai angka 3,5 juta orang pada 2017, di mana 1,4 juta adalah pengguna biasa dan hampir satu juta telah menjadi pecandu narkoba,” ungkapnya.

Yang lebih memprihatinkan, masih keterangan Budi,  dari sekian korban tersebut didominasi oleh generasi muda. Maka dari itulah, kami yang di daerah tanpa lelah selalu melakukan upaya antisipasi guna menekan jumlah korban, dari semua aspek maupun lini,”terangnya.

Sementara Dandim 0806 Trenggalek, Letkol. Inf. Dodik Novianto juga menyampaikan tentang pentingnya komunikasi dan silaturahmi antar unsur dan elemen masyarakat. Sehingga bisa saling mengingatkan tentang bahaya Narkoba maupun pentingnya keutuhan dari ke-Bineka Tunggal Ikaan.

 

“Selain bahaya narkoba, dewasa ini yang juga harus diantisipasi adalah disintegrasi bangsa. Negara Kesatuan Republik IIndonesia (NKRI) masih tegak berdiri itu karena adanya kebersamaan. Dan kebersamaan itu ada karena silaturahmi,” pungkas Letkol Dodik.(ham)