Ratusan Barang Bukti Dimusnahkan Kejari Trenggalek 

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Ratusan barang bukti hasil sitaan Kejakasaan Negeri Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, kini dimusnahkan. Pemusnahkan barang bukti tersebut dari perkara tindak pidana umum yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkrah) berasal dari kasus periode akhir 2017 hingga pertengahan  2018.

Pelaksanaan yang dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Negeri , Lulus Mustofa dilaksanakan pukul 09.00 WIB di halaman Kejari Trenggalek,  Kamis,  (8/11/2018).

Barang bukti yang dimusnakan mulai dari narkotika, Benur, senjata tajam hingga uang palsu.

Kepala Kejari Trenggalek, Lulus Mustofa mengatakan, pemusnahan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Kejari Trenggalek setahun sekali. Lulus menambahkan pemusnahan bertujuan untuk mengurangi penumpukan barang bukti.

“Ini untuk menghindari penumpukan barang bukti yang ada di Kejari (Jaktim). Nah tentunya ini dari perkara yang sudah inkrah baru kita laksanakan pemusnahan,” katanya disela –sela kegiatan pemusnahan.

Lulus menjelaskan wilayah di Trenggalek memiliki tingkat kerawanan adanya tindak pidana yang cukup tinggi. Dia menyebut kasus kepemilikan narkotika, pencurian benur dan uang palsu   merupakan kasus yang menonjol di Trenggalek.

“Kasus yang menonjol ini narkoba mulai dari anak-anak hingga orang tua. Lalu ada pencurian benur serta tawuran itu banyak senjata tajam,” jelasnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Sat Pol PP dan Damkar Pemkab Trenggalek, Ulang Setiadi mengapresiasi kegiatan tersebut. Dia berharap masyarakat dan para penegak hukum terus saling bersinergi melakukan pengawasan tindak kejahatan.

“Kita harus sinergi dengan aparat penegak hukum untuk melakukan pengawasan kalau ada tindak pidana harus segera melaporkan ke aparat umum,” katanya.

Dijelaskan dia, ini perlu perang terhadap para pelanggar aturan. Kata dia, perlu ada pengawasan dari aparat penegak hukum. Jika melanggar, jangan segan untuk diselesaikan secara ketentuan.

“Kami akan tindak lanjuti. Berharap , semoga semua pihak bisa sadar dengan hukum dan tidak berurusan dengan hukum seperti ini lagi,” pungkas dia. (dik/ham)