Perempuan Diduga Gangguan Jiwa Melahirkan di Pos Kamling Pertigaan Banjarwati

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Seorang perempuan yang disinyalir sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ditemukan melahirkan bayi di gardu pos kamling Dusun Kuwati, Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran, Rabu (7/11/2018). Proses persalinan cukup menghebohkan sehingga menarik perhatikan masyarakat sekitar tempat kejadian.

Menurut Kepala Desa Banjarwati, Sutiyono, peristiwa tersebut terjadi sekitar Pukul 16.00 WIB di pos kamling yang terletak tidak jauh dari pertigaan Banjarwati yang setiap saat selalu ramai.

“Ibu bayi itu saat ditanya mengaku namanya Neti, warga Bandung, Jawa Barat. Bayi yang dilahirkan berjenis kelamin laki-laki dan saat ini sudah dibawa ke Puskesmas Tlogosadang,” katanya.

Menurutnya, perempuan tersebut diketahui telah berada di sekitar pos kamling dua hari sebelum melahirkan. Awalnya warga tidak menaruh curiga dengan keberadaan orang tersebut dan diaggap sebagai orang dengan gangguan jiwa biasa.

Dikatakannya, proses persalinan perempuan tersebut berjalan lancar. warga sebelumnya mendapati Neti mengerang kesakitan. Warga yang paham dengan tanda-tanda orang yang akan melahirkan segera bertindak untuk membantu membantu,  sehingga sebagian wargapun berinisiatif memanggil seorang bidan desa untuk merawatnya.

“Saya bangga terhadap warga Banjarwati, tidak canggung melakukan tindakan pertolongan. Ada yang memandikan bayi, merawat ibunya dengan penuh kekompakan,” terang Sutiyono.

Sementara itu, Indah Irma Zumala, Bidan Desa Banjarwati yang datang ke lokasi mengatakan kalau dirinya ketika sampai di pos kamling tersebut sudah mengetahui bayinya sudah lahir.

“Saya datang, bayinya sudah lahir atas bantuan warga dan sepertinya normal tanpa kendala,” kata Irma.

Dikatakannya juga, bayi laki-laki yang dilahirkannya cukup sehat dan normal dengan berat 2.500 gram dengan panjang 48 sentimeter. Untuk menjaga kesehatan ibu dan bayinya maka mereka berdua sementara waktu di rawat di Puskesmas Tlogosadang Kecamatan Paciran.

Warga yang datang dan mendengar merasa iba melihat nasib bayi mungil tersebut, sehingga keinginan warga untuk mengadopsinya cukup banyak. Namun, karena bayi sudah berada dalam pengawasan maka proses tersebut menunggu keputusan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Lamongan untuk menindaklanjuti dari kejadian ini, Insyaallah hari Senin akan kami antarkan kesana,” pungkas Irma.

Jurnalis: omdik/ferry

Editor : Arso