Terjadi Konsleting Waktu Pengisian BBM, Pom Mini di Lamongan Terbakar

LAMOMGAN, KANALINDONESIA.COM; Sebuah pengisian BBM mini milik Raikan (41), dikawasan Desa Guci RT 03/RW 01, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan terbakar, Selasa (13/11/2018). Beruntung dalam kejadian tersebut api bisa dijinakkan.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Awalnya, Raikan (korban) pemilik pom mini tersebut saat itu bermaksud mengisi bahan bakar pertalite sebanyak 60 liter ke tandon Pom Mini miliknya.

Bahan bakar tersebut ditempatkan di dalam drum dengan cara dipompa dengan menggunakan mesin pompa air merek Dap yang diletakkan di atas drum yg berisi bahan bakar yang akan diisikan. Akan tetapi, setelah stop kontak pompa air tersebut dinyalahkan timbul percikan api dari mesin poma air tersebut dan menyambar bahan bakar yang ada di dalam drum dan merambat ke mesin Pom mini yang berada di dekatnya.

Raikan berusaha memadamkan api yang berada dijerigen BBM dengan alat seadanya agar tidak menjalar ke Pom Mininya. Namun yang terbakar adalah BBM maka api secepat kilat menyambar ke Pom Mini tersebut.

“Dugaan sementara, kebakaran itu dipicu dari konsleting listrik pada stop kontak hingga menimbulkan percikan api yang menyambar BBM yang akan diisikan pada Pom mini tersebut,” kata Kapolsek Karanggeneng AKP Saifudin, SH.

Akibat mendorong berusaha memadamkan kobaran api dan menghindari semburannya menyebabkan Raikan mengalami luka bakar pada pungung, telapak tangan kanan dan kiri karena semburan api yang tiba-tiba membesar. Dalam situasi panik tersebut, korban bersama istrinya, Rokhani (39) berterik minta tolong kepada warga sekitar.

AKP Saifudin menambahkan, hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit api sudah padam, dipadamkan dengan cara manual disiram air mengunakan ember, di bantu warga sekitar.

Tidak ada korban jiwa namun, pemilik Pom Mini tersebut mengalami luka bakar. Untuk sementara dirawat di Klinik khusus luka bakar yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Sementara kerugian ditaksir sekitar Rp. 24 juta. Polsek Karanggeneng masih menyelidiki penyebab kejadian kebakaran tersebut.

Jurnalis : omdik/ferry
Editor : Arso