Akibat Sakit dan Banyak Hutang, Pemuda di Trenggalek Terpaksa Gantung Diri

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Diduga mengindap penyakit asma tak kunjung sembuh dan terlilit hutang, Muhari (31) warga Desa Surenlor, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek Jawa Timur nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di sebuah gubuk tengah ladang desa setempat, Selasa (13/11).

Kasubbag Humas Polres Trenggalek Iptu Supadi membenarkan peristiwa tersebut. Korban pertama kali ditemukan Samsuri (saksi) pemilik ladang dalam keadaan meninggal dunia.

“ Memang benar telah terjadi orang meninggal dunia dengan cara gantung diri di sebuah gubuk tengah ladang milik Samsuri. Untuk sementara masih dalam proses penyelidikan. Dugaan sementara korban nekat bunuh diri dikarenakan sakit tak kunjung sembuh dan terlilit hutang,’’ ucapnya.

Supadi memaparkan, berawal Samsuri (pemilik ladang) warga setempat sekitar pukul 06.00 pergi ke pekarangan atau ladang miliknya. Begitu tiba di lokasi tempat kejadian perkara melihat orang yang tergeletak dan diduga telah meninggal dunia.

Setelah mengetahui, bahwa ada orang yang tergeletak Samsuri (saksi) lari menuju rumah Kepala Desa (Kades) Surenlor dan memberitahukan hal tersebut. Mendapat kabar tersebut, selanjutnya mendatangi TKP dan menghubungi petugas Polsek Bendungan. Saat ditemukan, posisi korban dalam keadaan terlentang dan sudah meninggal dunia.

Petugas Polsek Bendungan setelah mendapat laporan dari warga, langsung mendatangi lokasi guna melakukan olah TKP. Selanjutnya jenazah dievakuasi dan membawa ke puskesmas Bendungan untuk pertolongan medis.

“ Dari hasil olah TKP dan pemerikasaan tim medis, di duga korban meninggal dunia akibat bunuh diri dengan cara gantung diri. Karena dari pemeriksan pihak medis terdapat luka jeratan pada leher, kelamin mengeluarkan mani, dan kotoran di bagian dubur,’’ terang Supadi.

Keluarga korban, tambahnya, menerima dengan iklas bahwa kematian korban sebuah takdir. Dan keluarga sanggup membuat surat pernyataan bahwa memang korban meninggal dunia dengan cara gantung diri serta keluarga tidak menghendaki untuk dilakukan outopsi. (sup/ham)