MPI Gandeng Kominfo RI Gelar Sosialisasi TIK di PP Syaichona Kholil Bangkalan

BANGKALAN, KANALINDONE SIA.COM – Majelis Pesantren Indonesia (MPI) gandeng Kominfo RI dengan sub bidang BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) gela sosialisasi tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Pondok Pesantren (PP) Syaichona Kholil Demangan Bangkalan juga beberapa daerah yang ada di Provinsi Kalimantan Barat.

Kegiatan sosialisasi tersebut bertajuk *Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Guna Menunjang Pembangunan Redesain USO” Bertujuan untuk membangun sebuah gagasan dan pola pikir kepada masyarakat daerah bahwa perkembangan teknologi dan informasi sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan ekonomi masyarakat jika digunakan dengan bijak dan cerdas.
Diharapkan pasca kegiatan tersebut para santri dan masyarakat menjadi terpacu dalam mengelola dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi guna meningkatkan taraf dan kualitas hidup untuk menjadi lebih baik lagi.

Sosialiisasi diikuti ratusan peserta dari santri pondok pesantren dan masyarakat sekitar. Juga dihadiri Wabup Bangkalan, Forkopimda Bangkalan, Kepala Diskominfo Bangkalan, Ketua PCNU Bangkalan Camat Kota Bangkalan dan Lurah Deman Menampilkan beberapa narasumber yang ahli dalam bidangnya masing-masing. Diantaranya, Drs. Gun Gun Siswadi M. Si selaku Saf Akhli Bidang Komunikasi dan Media Massa membahas pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).dalam kehidupan sehari-hari. Nara sumber berikutnya pelaku bisnis sekaligus Konsultan Yayasan Santripreneur Indonesia, KRT. Noor Wahjudi, SIP., Turut memberikan motivasi bagi para santri untuk menumbuhkan jiwa wirausaha seiring perkembangan TIK. Sedangkan KH Ahmad Sugeng Utomo (Majelis Pesantren Indonesia), akan membahas tentang kesiapan pondok pesantren menerima layanan TIK

Menurut Ketua RMI Bangkalan sekaligus Pengasuh PP.Syaichona Cholil Bangkalan, RKH Nasih Acshol. Santri Asholl saat ini yang ada di pesantren harus mulai merubah maindset atau pola pikirnya bukan hanya menguasai kitab kuning, tapi dibidang ilmu TIK dan lainya.

Lenih lanjut dijelaskan, santri sebagai penerus bangsa, adalah kader yang siap segala tantangan di era apapun, termasuk di era digital yang sangat luar biasa.

“Diera digital seperti sekarang ini, santri tidak hanya mampu mengusai kitab kuning saja. Tetapi harus merubah mainset atau pola pikirnya ,” ujar pengasuh PP.Syaichona Kholil yang akrab dipanggil Ra Nasih, Rabu {14/11/3018).

Sebagai pameteri dari Kementrian Kominfo Drs.Gun Gun Siswandi menjelaskan saat ini sudah masuk sunami informasi harus mampu memilih informasi yang tepat , jangan sampai di kendalikan informasi tapi kita yang dapat mengendalikan informasi.

Kita jangan sampai dikendalikan informasi tapi kita yang mrngendalikan informasi,”ucapnya.

Menurut Gun Gun, ihadapan penguna internet saat ini 143jt orang, sementara penguna internet di medsos 87% setara dengan 100 jt mengunakan sosial, dan yang mengunakan hampir generasi melanial .

“Pengguna internet saat ini berjumlah 143 juta, sedangkan di medsos 87 persen atau setara 100 juta irang adalah generasi melanial,” kata Gun Gun

Masyarakat dan santri harus dapat menyaring informasi yang ada di medsos, jika ada kata-kata Viralkan, sebarkan (Share), hurup yang di Bold, itu indikator berita hoax,ujaran kebencian, jadi kalau mau share maka yang harus di pahami bahwa fakta jelas,sumber datanya valid” ungkap Drs.Gun Gun S.

Santri harus mampu mendownload informasi untuk menjadi garda terdepan memerangi hoax atau ujaran kebencian karena santri sudah di tanamkan kebaikan dari sejak dini,nilai- nilai luhur santri sudah kuat,” tegasnya

Oleh karena itu Kominfo ada tiga langkah stretegi Kominfo petama penjengahan dari hulu dengan edukasi, Kedua peningkatan Literasi masyarakat dimana masyarakat mampu memilih dan memilah informasi dan Ketiaga sosialisasi seperti saat ini,” kata Gun Gun

Sementara menurut KH Ahmad Sugeng Utomo (Majelis Pesantren Indonesia), dihadapan santri-santriwati serta masyarakat dengan kegiatan ini , untuk membangun sebuah gagasan dan pola pikir kepada Santri dan masyarakat daerah, Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan ekonomi masyarakat jika digunakan dengan bijak dan cerdas,” kata Gus Ut. Panggilan Akrabnya

Santri dan masyarakat harus diberdayakan dalam pemamfaat IT serta Komunikasi yang di bangun oleh pemerintah harus digunakan secara maksimal,tidak hanya cukup sebagai sarana komunikasi, akan tetapi dapat meningkatkan kesejahteraan masa depan santri dan masyarakat saat ini,

Lanjuta , Agar santri nanti bisa bersaing global di kancah internationaal selain itu sebagai generasi penerus agar dapat membangun bangsa ini kedepan

Diharapkan pasca kegiatan tersebut para santri dan masyarakat menjadi terpacu dalam mengelola dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi guna meningkatkan taraf dan kualitas hidup untuk menjadi lebih baik lagi.

Sememtara Konsultan Yayasan Santripreneur Indonesia, KRT. Noor Wahjudi, SIP., memberikan motivasi ubagi para santri untuk menumbuhkan jiwa wirausaha seiring perkembangan teknologi dan infromasi. (yans).