Buka Layanan Stroke, Bupati Trenggalek Optimis Jawab Keluhan Pasien

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Berawal melihat lebih dari 20 persen kasus penyakit yang masuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedomo Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur adalah pasien dengan penyakit stroke atau penyumbatan atau pula pecahnya pembuluh darah, maka kini  RS plat merah itu kini membuka unit pelayanan penyakit Stroke yang diresmikan langsung  Bupati Trenggalek, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc, tepat pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54, Senin (12/11).

Dengan hadirnya Unit Stroke ini, harapannya pelayanan-pelayanan khususnya penanganan penyakit stroke akan terus meningkat, jika sebelumnya harus dirujuk ke RS di luar kabupaten ini.

Bupati Trenggalek, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc, usai meresmikan unit ini menjelaskan gedung yang dipakai unit ini spesial.

“Gedung rawat inap bagi pasien stroke itu baru tiga lantai, maka kita harus menambah keterbatasan jumlah ruang rawat inap,” ungkapnya.

Lebih lanjut bapak dua anak ini menambahkan, dibangunnya gedung ini di penghujung tahun 2016 dan terus mengalami renovasi.

“Bukan saja menambah namun sekarang oleh managemen RSUD Dr. Soedomo sudah dikembangkan menjadi Unit Stroke,”lanjutnya.

Dikatakan Emil, ternyata ada kurang lebih 20 persen kasus yang masuk ke rumah sakit dr Soedomo merupakan kasus penyakit stroke.

“Memang penanganan penyakit ini membutuhkan tim yang sangat-sangat terlatih,”katanya.

Saat berkeliling melihat kondisi unit stroke tersebut, dia menerangkan Unit Stroke ini dilengkapi ruang konsultasi khusus, seperti ruang senam untuk pasien dalam melatih mobilitasnya. Selain itu tim ini lengkap mulai dari pakar nutrisi, fisioterapi, terapi bicara dan tentunya juga dengan dokter spesialis syarafnya.

“Saya tadi cross check, dengan datang ke sini, pasiennya kondisinya tertangani dengan baik. Untuk kesadaran yang masih di tingkat tertentu bisa dibawa ke sini, namun kalau sudah tidak sadar tentunya harus dibawa ke ICU,”tegasnya.

Diakui Emil, Unit Stroke di RS ini adalah unit yang dibangun dengan belajar ke RSCM.

“Tadi saya nanya ke salah satu perawat, dan mereka cerita ternyata setiap hari itu ada cara memobilisasi pasien, termasuk tempat tidurnya dinaikkan secara perlahan, ternyata sebelum berlatih ke RSCM, mereka mengaku tidak tahu akan hal itu,”akunya.

Bupati Emil berharap agar masyarakat Trenggalek jangan banyak yang terkena stroke, namun bagi yang terkena stroke harapannya segera bisa tertangani.

“Ada jarak 4 jam idealnya, saya lihat tadi ada pasien yang dari Masaran Munjungan langsung di bawa ke sini. Saya sarankan juga hubungi 119 supaya bisa konsultasi di jalan,” tuturnya.

Selain itu harapan dia, Unit Stroke ini bisa menjadi penanganan yang sangat baik untuk pasien-pasien stroke, atau mungkin bisa juga kerjasama dengan puskesmas untuk menyosialisasikan kepada keluarga-keluarga agar  bisa lebih tanggap terhadap potensi-potensi penyakit ini.

“Tinggal RS bisa bekerjasama dengan puskesmas yang ada agar mereka juga tahu kalau kita punya layanan terbaru ini,” pungkasnya.(ham)