Pemkab Lamongan Jajaki Pasokan Bibit Unggul dari BATAN

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Pemkab Lamongan merintis kerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dalam penyediaan bibit unggul padi. Ini untuk mendukung program peningkatan produksi dan produktivitas padi di Lamongan.

Mengawali itu, Deputi Bidang Pendayagunaan Tenaga Nuklir BATAN Hendig Winarno mengenalkan sejumlah bibit unggul yang sudah sukses dikembangkan BATAN dalam Inkubasi Bisnis dan Teknologi Produk Litbang Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) di Ruang Pertemuan Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP), Kamis (15/11).

Hendig menyebutkan masyarakat masih sering salah kaprah dengan peran BATAN selama ini. Pendapatan yang berlaku kebanyakan, produk nuklir yang dihasilkan BATAN hanya berkaitan dengan senjata, bom dan hal-hak mengerikan lainnya.

“Padahal tidak seperti itu. Visi Batan tahun 2015-2019 yakni berperan dalam percepatan kesejahteraan menuju kemandirian bangsa. Teknologi nuklir bisa diterapkan pada lingkungan, industri, pangan, peternakan, kesehatan, sumberdaya air, energi, dan material maju,” ungkap Hendig Winarno.

Dia menjelaskan salah satu aplikasi teknologi nuklir bidang pertanian yakni pemuliaan mutasi menggunakan radiasi gamma, sehingga menghasilkan varietas unggul.

Sampai dengan tahun 2018, BATAN telah mengahsilkan 23 variasi mutasi beras. Contohnya Mira I di tahun 2006, Bestari di tahun 2008, Inpari Sidenuk tahun 2011, Inpari Mugibat tahun 2012 dan Tropiko di tahun 2015.

“Dan sampai dengan saat ini sudah 31 propinsi yang sudah bekerjasama dengan BATAN,” katanya menjelaskan.

Sementara Asistem Ekonomi dan Pembangunan M. Faiz Junaidi mengungkapkan komitmen Bupati Fadeli untuk meningkatkan produksi dan dan produktivitas padi di tahun 2019.

“Di akhir tahun 2018 ini produksi padi di Kabupaten Lamongan akan mencapai angka 1 juta ton gabah kering giling. Jumlah tersebut bisa menjadi yang terbesar di Jawa Timur,” ujarnya.

Dia berharap rencana kerjasama dengan BATAN tersebut bisa menjadi salah satu dukungan dalam upaya pencapaian kenaikan produksi dan produktivitas padi di tahun 2019.

Jurnalis : Omdik/ Ferry

Editor : Arso