Detektif” Bawaslu Investigasi Pembakaran Bendera Parpol di Brangsong Kendal

KENDAL, KANALINDONESIA.COM: Lima bendera partai politik dari, partai keadilan sejahtera (PKS) yang di pasang di pinggir jalan cangkring srogo, dilaporkan hilang dan di bakar orang yang tidak di ketahui pelakunya.

Caleg PKS Suroso, melaporkan ke panwas kecamatan Brangsong, bahwa bendera partai yang di pasang malam senin hilang, setelah di di cek bendera tersebut tidak ada dan ada bekas bendera parpol yang di bakar di atas penutup tempat sampah.

Bawaslu Kendal investigasi pembakaran bendera Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jalan Cangkring-Srogo, Brangsong, Kendal. Setidaknya enam orang tim investigasi diterjunkan sebagai “detektif” untuk mengumpulkan bukti, saksi dan keterangan dari warga sekitar.

Mereka para “detektif” itu adalah Odilia Amy Wardayani, Arief Musthofifin dan Firman Teguh. Sudibyo dari Bawaslu Kendal. Dibantu tiga anggota Panwaslu Brangsong Afif Zahrodin, Iswahyudi dan Muh. Abdul Halim.

“Telah diinformasikan kepada kami Rabu kemarin melalui pesan WA ada lima bendera PKS dibakar di atas bak sampah, rusak dan hilang di depan Griya Brangsong Asri,” kata Firman T. Sudibyo, Kamis, (15 November 2018) pagi.

Ketua panwascam Brangsong Afif Zahrodin, mengatakan berdasarkan hasil laporan dari pelapor yakni Suroso, segera di tindak lanjuti, untuk mengumpulkan barangbukti dan saksi yang ada di lokasi.
“Setelah ada laporan kami bertiga melakukan investigasi di lokasi, namun dari hasil infestigasi belum menemukan saksi namun untuk alat bukti hanya bambu bekas tiang bendera, yang berada di sekitar lokasi”. Jelas Afif.

Afif menambahkan , penaganan kasus di serahkan pada bawaslu dan gakumdu, sebab panwas cam sifatnya membantu memberikan data, guna penyelidikan.

Awalnya bendera itu dipasang salah seorang Caleg DPRD Kendal dari PKS dalam kondisi baik. Namun, Rabu siang kemarin diinformasikan sudah rusak, dibakar dan hilang.

“Adalah tugas Bawaslu Kendal melakukan investigasi. Sesuai Pasal 102 kami punya tugas menginvestigasi informasi awal atas dugaan pelanggaran Pemilu,” sambung Ketua Bawaslu Kendal Odilia Amy Wardayani.

Odilia menyampaikan, mungkin hari Sabtu sudah ada berita acara pleno hasil investigasi. Salinan hasil pleno investigasi akan disampaikan kepada pemberi informasi atau pelapor.

“Insiden pembakaran bendera PKS ini dapat diduga sebagai tindak pidana Pemilu. Sesuai Pasal 280, yaitu, menghina calon dan/atau peserta Pemilu, atau merusak dan/atau menghilangkan alat perga kampanye,” lanjut Kordiv Hukum dan Datin Arief Musthofifin.

Terhadap dugaan pelanggaran tersebut, apabila terbukti bersalah, bisa dikenai sanksi penjara dan denda sejumlah uang.

“Jika terbukti, pelakunya bisa diganjar Pasal 521, sanksi penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta,” terang anggota termuda yang kerap disapa Mas Arief ini.

Sampai saat ini “detektif” Bawaslu Kendal masih bekerja mengumpulkan bukti dan saksi. Belum bisa ditentukan siapa pelakunya. “Semoga waktu dekat ada titik terang,” tutup Mas Arief.

Suroso selaku pelapor, menuturkan bendera yang hilang sebanyak lima buah , namun tidak tahu apakah di bakar semua atau tidak, yang jelas masih ada sisa pembakaran bendera yang di atas seng penutup tempat sampah.

“Saya minta pihak bawaslu bisa menguak siapa pelaku pembakaran bendera parpol, sebab kalau tidak di laporkan ke Bawaslu, tidak menutup kemungkinan akan terulang di daerah lain” jelas Suroso.

Suroso siap untuk membantu bawaslu terkait, pemeriksaan untuk penyidikan, terkait pembakaran bendera parpol. Ia juga akan berusaha untuk mencari pelaku maupun saksi yang mengetahui tentang kejadian tersebut.

Penulis : Novi Yanto
Editor : Arso