Dinilai Murah, Dewan Trenggalek Minta  Tarif Retribusi Dievaluasi

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Belum optimalnya pendapatan dari OPD penghasil salah satunya disebabkan oleh terlalu murahnya tarif restribusi.

Dijelaskan Kusprigianto, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Trenggalek, dari target Rp 50 juta pertahun sewa stadion hanya bisa terealisasi Rp 4 juta.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain, stadion digunakan untuk kegiatan yang tidak mungkin dikenakan biaya.

Selain itu, sewa stadion menurutnya terlalu murah, yaitu, untuk latihan sepakbola Rp 10 ribu/jam dan pertandingan Rp 100 ribu/jam.”Menurut kami ini sangat murah sekali jika dibandingkan dengan target yang dibebankan,” ungkapnya.

Dia berharap agar ada evaluasi terkait tarif restribusi agar bisa mendongkrak pendapatan.Setidaknya, bisa berimbang dengan target yang dibebankan.”Kegiatan di stadion tidak terlalu padat apalagi untuk jarang ada pertandingan resmi,” katanya.

Agus Cahyono, pimpinan Rapat Banggar menjelaskan, jika tarif restribusi akan dievaluasi  sesuai kebutuhan agar OPD penghasil tidak terlalu sulit dalam meningkatkan PAD.”Tentunya harus ada komitmen setelah nanti dievaluasi.Paling tidak ada peningkatan pendapatan,” cetusnya.

Politisi PKS ini mengingatkan kepada OPD untuk terus berinovasi dalam mengejar target pendapatan sehingga bisa membantu dalam kegiatan pembangunan,”Tidak ada lagi alasan jika nanti tarif restribusi sudah dievaluasi PAD menurun,” tambahnya.

Agus berharap agar dalam pengelolaan APBD 2019 yang diperkirakan akan menembus angka Rp 2 T bisa dimanfaatkan dengan baik agar berguna bagi masyarakat Trenggalek. (ham)