Disperinaker Trenggalek Marah Tahu Ada Pekerja Dibayar Dibawah UMK

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Munculnya masih ada pekerja di Trenggalek, Jawa Timur, yang dibayar di bawah jauh dari Upah Minimum Kabupaten (UMK) , membuat pemerintah setempat berang dan marah besar kepada perusahaan yang mengabaikan perintah undang-undang itu.

Sementara Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Perinaker) Kabupaten Trenggalek merasa telah ditilap, karena tidak pernah dilapori oleh pengusaha tersebut. Sehingga pihaknya tidak pernah mempunyai data konkret akan kegiatan perusahaan beserta hal-hal berkaitan dengan pengupahan.

Jiyanto, Kepala Seksi Penyeleseian Perselisihan Hubungan Industrian pada Dinas Perinaker mengatakan pihaknya sama sekali tidak pernah mendapatkan laporan dari pengusaha luar kota yang melakukan kegiatan kontraktual di Trenggalek.

“Memang ada beberapa perusahaan utamanya dari BUMN yang melakukan pemborongan di Trenggalek yang tertib melakukan pelaporan,” ungkapnya, Jum’at, (16/11) di Trenggalek.

Namun selebihnya, lanjut Jiyanto, tidak melapor sama sekali sehingga jika ada perselisihan antara pekerja dengan perusahaannya ada kendala dalam menyeleseikan.

“Mereka belum melaporkan dan kita tidak tahu apa sudah berizin dari Gubernur apa belum,”tegasnya.

Karena, masih lanjut dia, untuk yang pemborongan bidang cleaning service, perusahaan itu harus mengantongi izin Gubernur Jatim sesuai hasil moratorium sejak tiga tahun yang lalu.

“Moratoriumnya untuk pemborongan jasa cleaning sudah tiga tahun yang lalu hingga kini belum dicabut. Harusnya selain melapor ke propinsi juga wajib melaporkan kepada kita,”tandasnya.

Untuk itu, pihaknya berharap perusahaan cleaning yang diduga membayar pekerja dibawah UMK itu agar segera melaporkan kegiatan usahanya kepada Dinas Perinaker agar permasalahan pengupahan itu bisa dieliminir.

“Segera saja biar semuanya dapat dicarikan solusi khususnya dalam hal pengupahan,”harapnya.

Selain itu , masih keterangan Jiyanto, pihaknya akan segera menindaklanjuti permasalahan itu dengan langkah informal walaupun secara formal juga akan mengidentifikasi permasalahan di lapangan.

“Kalau informal kita alakukan pendekatan terhadap perusahaan agar pekerja juga terhindar dari dirugikan,”pungkasnya. (dik/ham)