Baru Bebas, Henry Gunawan Kembali Dijebloskan Rutan Medaeng

Detik-detik pihak Kejari Surabaya melakukan penahanan terhadap terdakwa Henry Gunawan.

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Henry Gunawan, terdakwa kasus penipuan kongsi Pasar Turi akhirnya bebas dai Rutan Medaeng. Namun baru saja menghirup udara 15 menit, Bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP) ini kembali ditahan oleh Kejari Surabaya, Senin (19/11/2018) dinihari

Dalam video yang diunggah Kejari Surabaya melalui Instagram kejaksaan.negeri.surabaya, yang kemudian beredar di kalangan wartawan, sempat terjadi perlawanan dan penghadangan yang dilakukan tim pembela Henry Gunawan.

Ada tiga vlog dalam video tersebut dimana tampak antara Jaksa Ali Prakoso dan Harwiadi dengan Agus Dwi Warso, tim pembela Henry terjadi debat kusir. Suasana perdebatan terjadi di pintu luar Rutan Kelas 1 Medaeng pukul 00.25 WIB, sesaat Henry dinyatakan lepas demi hukum (LDH) pada kasus tipu gelap kongsi Pasar Turi.

“Kami hanya melaksanakan tugas untuk melakukan penahanan atas putusan Pengadilan Tinggi,” kata Ali Prakoso pada Henry.

Namun penjelasan itu terus mendapat sanggahan dari Henry yang berdalih belum mendapat salinan putusan Pengadilan Tinggi. “Sudah, pengacara saudara sudah mengetahui dan sudah membuat memori Kasasi,” lanjut Ali Prakoso.

Tak hanya Henry saja yang memberontak, dalam Video yang diunggah itu juga terlihat aksi perlawanan yang dilakukan advokat Agus Dwi Warso. Tim pembela Henry ini mengklaim jika penahanan tersebut tidak bisa dilakukan karena pihaknya telah mengajukan kasasi.

“Ini belum incracht,” kata Agus sambil tangannya terlihat mendekap bagian tubuh Henry Hingga terjadi aksi dorong mendorong dengan Jaksa Ali Prakoso.

Tak mau berlama-lama, Jaksa Ali Prakoso dan Harwiadi dengan didampingi petugas kepolisian akhirnya bisa membawa Henry ke dalam Rutan Medaeng.

View this post on Instagram

Selamat siang kawan… • Pada hari Minggu tanggal 18 November 2018 pukul 00.25 WIB di Rutan Kelas 1 Surabaya Medaeng Sidoarjo, Jaksa Penuntut Umum Ali Prakosa, SH dibantu tim Intelijen Kejari Surabaya melaksanakan penetapan penahanan terhadap terdakwa Henry Jocosity Gunawan (Bos PT. Gala Bumi Perkasa) berdasarkan putusan Hakim Pengadilan Tinggi Surabaya No. 681/Pid/2018/PT.Sby tanggal 3 September 2018 yang menjatuhkan pidana penjara selama 2 (dua) tahun dan memerintahkan terdakwa agar tetap ditahan dalam perkara penipuan tanah dg korban notaris Caroline C. Kalampung . Sempat terjadi perdebatan dan tarik menarik terdakwa antara JPU dan tim penasehat hukum terdakwa. Tim penasehat hukum melakukan protes karena seharusnya pada hari Minggu tanggal 18 November 2018 pukul. 00.00 WIB terdakwa keluar dari Rutan karena masa tahanan sudah habis dan tim penasehat hukum sedang melakukan upaya hukum kasasi. Namun hal tersebut tidak menghalangi JPU untuk memasukkan terdakwa kembali ke dalam Rutan. Untuk diketahui, Henry J. Gunawan dalam perkara tersebut didakwa melanggar pasal 372 jo. 378 KUHP (penipuan dan penggelapan) Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) tanah di Kota Malang dengan kerugian mencapai 4,5 milyar rupiah. • (Tim Media dan TI Kejari Surabaya)

A post shared by Kejaksaan Negeri Surabaya (@kejaksaan.negeri.surabaya) on

Sementara itu Kasi Pidum Kejari Surabaya, Didik Adytomo membenarkan pihaknya telah melakukan penahanan terhadap Henry di Rutan Medaeng.

“Tadi kami sudah laksanakan pembebasan pada terdakwa HJG karena masa tahanannya habis. Selanjutnya, kami juga melaksanakan penetapan di dalam putusan Pengadilan Tinggi pada kasus penipuan jual beli tanah,” kata Didik.

Menurut Didik, penahanan tersebut merupakan pelaksanaan putusan Pengadilan Tinggi  (PT) Jatim atas Banding yang dilakukan Kejari Surabaya pada kasus tipu gelap jual beli tanah yang dilaporkan Notaris C Kalempung.

Pada putusan banding dengan Nomor Perkara 681/Pid/2018.Sby, Henry Gunawan divonis 2 tahun penjara. Putusan itu lebih berat dari vonis Hakim PN Surabaya yang sebelumnya hanya mengganjar Henry dengan hukuman 8 bulan penjara dengan masa percobaan 1 tahun kurungan.

Selain memperberat hukuman Henry, pada putusan Hakim Pengadilan Tinggi Jatim yang terdiri dari Heri Sukarno (ketua) Agus Sutarno, Dr E.D Pattinsarani (anggota) dan dibacakan pada 3 September 2018 lalu juga memerintahkan JPU untuk melakukan penahanan terhadap Henry J Gunawan.

Terpisah, Kasi Intel Kejari Surabaya, I Ketut Kasna Dedi mengatakan, pelaksanaan eksekusi Henry ini sudah sesuai dengan prosedur. “Ada surat perintah, kita tinggal melaksanakan,” ujarnya saat ditemui di Rutan Medaeng.

Untuk diketahui, Henry ditahan oleh Jaksa Penuntut  Umum (JPU)  Ali Prakoso dan  JPU Harwiadi sekitar pukul 01.25 WIB. Bos PT GBP ini dijebloskan ke tahanan tak lama setelah sempat menghirup udara bebas atas habisnya masa penahanan pada kasus tipu gelap kongsi Pasar Turi.ria