Disdikpora Trenggalek Dorong Akreditasi PAUD dan PNF

Ali Wafa Assesor dari BAN PAUD dan PNF untuk Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, mendorong seluruh lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal (PNF) agar terakreditasi, dengan memenuhi delapan standar nasional pendidikan.

Dengan status akreditasi yang merupakan ketentuan dari Kementerian Pendidikan, diharapkan lembaga-lembaga tersebut dapat memberikan pelayanan berkualitas demi kemajuan pendidikan di Kabupaten penghasil Keripik Tempe ini.

Upaya yang dilakukan Dindik yakni dengan memberikan pendampingan dalam memenuhi standar tersebut sebagai syarat akreditasi, melalui sosialisasi Akreditasi PAUD dan PNF BAN PAUD dan PNF oleh Provinsi Jatim, di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Senin,(19/11) di Trenggalek.

Kusprigianto, Kepala Dinas Disdikpora Kabupaten Trenggalek mengatakan, akreditasi ini penting untuk lembaga pendidikan. Sebab untuk kemajuan dan kualitas pendidikan di lembaga itu sendiri.

“Jika sudah terakreditasi, sebuah lembaga mutunya terjamin. Masyarakat juga merasa diuntungkan dan percaya dengan kualitasnya,” kata Kusprigi,

Dia melanjutkan, kurang lebih seratusan pengelola PAUD dan Dikmas yang ada di Trenggalek mengikuti pembekalan dari assesor, dikarenakan berkaitan bantuan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) dari pemerintah harus telah terakreditasi bagi lembaga itu pada tahun 2019.

“Bagi lembaga yang belum terakreditasi tahun depan tidak boleh menerima bantuan BOP, maka itu kita gelar sosialisasi ini,” lanjutnya.

Kuspri juga menegaskan, kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari hasil pemetaan mutu lembaga PAUD dan PNF di Trenggalek agar memenuhi delapan standar nasional pendidkan.

Adapun delapan standar pendidikan tersebut yaitu Standar Penilaian Pendidikan, Standar Isi, Standar Pembiayaan, Standar Proses, Standar Kompetensi Kelulusan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Pengelolaan dan Standar Sarana dan Prasarana.

“Jika sudah menyiapkan dokumen yang sesuai standar pendidikan, nantinya lembaga dapat lanjut ke tingkat akreditasi,” katanya.

Sementara Asesor Badan Akreditasi Nasional untuk Kabupaten Trenggalek, Ali Wafa mengatakan, kegiatan sosialisasi berguna untuk mengenalkan kepada pengelola PAUD dan PNF untuk memahamkan standar pendidikan nasional yang masih berlaku dua tahun.

“Permendikbud nomor 13 tahun 2018 sebagai dasar pemberian BAN PAUD dan PNF,”ucapnya.

Dia menilai, sambutan pengelolaan PAUD dan PNF di Trenggalek sangat responsif, dikarenakan dari 100 lembaga ternyata masih ada tambahan 50 lembaga yang mengikuti walau terbatas anggarannya.

“Karena itu sosialisasi dan supervisi akan terus dilakukan hingga memenuhi target Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dimana seluruh lembaga PAUD di Indonesia harus terakreditasi pada tahun 2022,” ungkapnya.

Ali Wafa berharap kedepan lembaga PAUD, PNF termasuk PKBM, Ponpes semua bisa terakreditasi dan Dapodik nya juga linier dengan datanya yang ada.

“Prinsipnya nanti tahun 2019 sudah ada pengetatan bagi lembaga yang belum terakreditasi termasuk pada pemberian bantuan BOP,”pungkasnya. (dik/ham)