Anggota Polisi Diserang 2 orang Tak Dikenal

Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung memberikan keterangan kepada awak media tentang penyerangan terhadap anggotanya. Foto_kanalindonesia

LAMONGAN, KANALINDONESIA. COM; Seorang anggota Kepolisian dari Polres Lamongan diserang oleh dua orang laki-laki yang tak dikenal di Pos Lantas Wisata Bahari Lamongan (WBL) Paciran dini hari tadi. Akibat serangan ini, korban mengalami luka parah di bagian mata setelah diketepel oleh pelaku.

Dua orang pemuda tak dikenal, dini hari tadi berhasil diamankan oleh petugas Kepolisian Polsek Brondong dan warga. Kedua orang tersebut ditangkap setelah melakukan penyerangan terhadap Bripka Andreas Dwi Anggoro anggota Sat Lantas Polres Lamongan.

Kejadian tersebut berawal saat korban melihat ada dua orang pengendara sepeda motor merusak Pos Lantas Wisata Bahari Lamongan (WBL) di Paciran Lamongan.

Melihat hal itu, korban pun langsung mengejar pelaku. Namun, dua orang pelaku ini justru melawan petugas dengan cara mengetepel yang berisi kelereng. Akibat serangan ketepel tersebut mata kanan korban terluka serius. Namun dalam kondisi mata terluka korban tetap saja mengejar kedua orang yang dicurigai sebagai pelaku. Dan akhirnya pelaku dapat ditangkap dengan bantuan masyarakat sekitar.

“Pelaku masih dalam pemeriksaan mendalam dan intensif di Polres Lamongan,” kata Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung, Selasa (20/11/2018).

Feby menambahkan peristiwa itu terjadi Selasa dini hari sekira pukul 01.30 WIB. Pelaku pelemparan diketahui oleh petugas piket pos bernama Bripka Andreas Dwi Anggoro yang kemudian dilakukan pengejaran mengarah ke barat ke arah Tuban.

Korban Bripka Andreas Dwi Anggoro yang terkena ketepel tepat mengenai mata kanannya tersebut sempat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Brondong, namun akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML). Karena lukanya cukup parah maka korban dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.

“Kini petugas masih terus mendalami motif dari penyerangan pos polisi yang dilakukan oleh dua orang tersebut. Hingga kini kami masih melakukan penyidikan terhadap kedua pelaku,” ungkapnya.(omdik/ferry)