RSUD dr H Soewondo Gelar Simulasi Tanggap Bencana

RSUD dr Soewondo Kendal buat tim kesigapan darurat bencana.

KENDAL – KANALINDONESIA.COM

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soewondo Kendal menggelar kegiatan simulasi pendirian tenda darurat, Rabu (21/11). Tenda darurat dirikan oleh Tim Manajemen Fasilitas dan Keamanan (MFK) rumah sakit di halaman ruang Cempaka.
Hal itu dilakukan dalam rangka kesiapsiagaan tanggap bencana dan sekaligus antisipasi pemenuhan pelayanan pasien rawat inap. Kegiatan ini juga salah satu kategori pemenuhan standarisasi akreditasi yang sudah dicapai rumah sakit, salah satu poinnya melaksanakan simulasi siaga bencana ini.
Ketua Tim Manajemen Fasilitas dan Keamanan (MFK) RSUD dr Soewondo Kendal dr Ani Yuliastuti SpRad, mengatakan, pendirian tenda darurat ini dalam rangka siaga bencana bila sewaktu-waktu terjadi. Kemudian, penanggulangan disaster management plane secara menyeluruh seperti adanya jumlah pnderita yang banyak sehingga membutuhkan ruang lebih besar.
Dalam simulasi ini ada dua tenda yang dimiliki rumah sakit. Yakni tenda berkapasitas besar dan kecil.
“Baru dua tenda yang dipunyai rumah sakit. Harapanya tenda besar bisa menampung beberapa pasien sedangkan tenda yang kecil untuk posko,” katanya.
dr. Ani Yuliastuti, mengungkapkan, untuk operasional dua tenda itu nantinya dapat dilakukan oleh semua unsur di rumah sakit. Akan tetapi untuk tahap awal operasional pendirian tenda siap tanggap bencana dan antisipasi pemenuhan pelayanan pasien rawat inap dilakuka dari tim gerak cepat dan tim security yang penangungjawabnya dari manajemen rumah sakit.
Adapun yang terlibat dalam simulasi pendirian tenda ini adalah dari tim utama terdiri dari tim disaster dan tim reaski gerak cepat rumah sakit. Kegiatan ini berada dibawah koordinasi Tim Manajemen, Fasilitas dan Keamanan (MFK) rumah sakit.
“Dengan simulasi ini tim harus siap dalam keadaan apapun jika misal nanti ada bencana sungguhan dan pasien membludak. Di sini tim kecilnya terdiri dari perawat dan dokter. Peralatan selain tenda ada tandu, ambulan dan sebagainya. Simulasi ini digelar rumah sakit kontinuitas,”jelasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD dr Soewondo dr H Haris Tiyanto Sp.B, menambahkan setiap tahun dilakukan surve verifikasi rumah sakit. Surve ini merupakan surve verifikasi yang ke- 2, setelah ini akan dilakukan diakreditasi lagi dengan sistem yang baru.
RSUD dr Soewondo, gelar simulasi tenda darurat.
Simulasi tersebut mencoba mendirikan tenda yang dilakukan tim MFK rumah sakit, selain dalam rangka tanggap bencana juga untuk mengantisipasi pemenuhan pasien rawat inap dan salah satu kategori standarisasi akteditasi.
“Kegiatan ini bagian dari tim reaksi gerak cepat. Karena di rumah sakit juga terlibat dalam pengentasan pelayanan kalau ada bencana di luar maupun di dalam rumah sakit. Meski pun rumah sakit berada di lini ke dua, tetapi rumah sakit juga harus bisa untuk menyiapkan tim reaksi gerak cepat diantaranya dengan pendirian tenda darurat ini. Sampai sekarang kita belum ada kepastian kapan mau di surve sertifikasi. Biasanya satu tahun yang lalu, mungkin sekitar pertengahan Desember. jadi kita latihan ini dalam rangka itu,” pungkasnya. (eko).