DP2KBPMD Gelar Rakor TIK PID

RAKOR: Sejumlah tenaga TIK desa di KLU ikut kegiatan rakor Tim Inovasi Kabupaten (TIK), Rabu (21/11/2018).

TANJUNG, KANALINDONESIA.COM: Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Desa ( DP2KBPMD) KLU menggelar rapat koordinasi Tim Inovasi Kabupaten (TIK). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan sosialisasi penyedia peningkatan kapasitas teknik desa (P2KTD) Program Inovasi Desa( PID).

Kordinator TAP3MD KLU Hairul Anwar mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan agar antara pihak pelaku PID bisa bekerja maksimal. Hasil rakor nanti diharapkan bisa lebih maksimal. Baik dalam koordinasi maupun pelaksanaan di lapangannya.

“Semua kegiatan program inovasi desa ini, harus ada intervensi back up dari Dana Desa (DD),” ujarnya, Rabu (21/11/2018).

Ia menjelaskan, PID ini akan menggunakan Dana Desa (DD). Namun untuk jumlah kisaran yang disiapkan, semua tergantung dari BUMDes masing-masing. Anggaran tersebut benar-benar dimaksimalkan untuk peningkatan dan kesejahteraan masyarakat di desa.

“Jadi nanti inikan ada RKTL (Rencana kerja Tindak lanjut ) setelah rakor ini seperti apa,” Imbuhnya.

Ia melanjutkan, Tim PID nantinya akan melakukan touring. Tujuannya untuk menangkap dari ide-ide di desa itu yang sudah ada untuk potensi desa itu sendiri. Ide tersebut nantinya akan ditawarkan untuk komitmen di 2019 mendatang.

“Dan itu nanti akan di back up oleh DD begitu,” tegasnya.

Untuk menyakurkan Ide-ide juga nanti akan dibuatkan media pembelajaran oleh Tim. Dengan memeberikan tujuan hingga hasil juga contact personnya yang bisa dihubungi untuk melakukan menyalurkan ide itu.

“Mudah-mudahan dengan itu nanti, semua desa yang ada di KLU itu bisa menjadi hasil yang maksimal untuk daerah,” harapnya.

Ia mengatakan, sebagai tolak ukur untuk pencapaiannya nanti, tergantung komitmen yang sudah di ambil desa itu. Hal itu nanti bisa dilakukan dalam APBDes meraka nantinya.

Ia berharap di awal 2019 mendatang, mereka bisa mengadakan media pembelajaran touring dengan lima media pembelajaran. Tim yang diambil nanti masing-masing dari kecamatan. Dalam touring tersebut, mereka akan mendapatkan pemahaman tentang penanganan rumah tahan gempa hingga pelatihan jadi tukang

“Dan itu bisa masuk di sana untuk dijadikan media pembelajaran karena akan dilakukan secara menyeluruh di satu tempat,” pungkasnya. (Idam)