Desa Canditunggal Terima Anubhawa Sasana Sebagai Desa Sadar Hukum dari Kemenkum HAM

Nampak megah Kantor Desa Canditunggal Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan. Foto:omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Sebanyak 112 desa/kelurahan di Jawa Timur mendapatkan penghargaan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM). 112 desa/kelurahan itu mendapatkan penghargaan Anubhawa Sasana yang diberikan langsung oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly di halaman depan Balai Kota Malang, Rabu (21/11/2018).

Anubhawa Sasana merupakan penghargaan dan penetapan sebagai desa sadar hukum diberikan setelah desa/kelurahan melalui tahapan proses penilaian. Desa dan kelurahan yang terpilih itu tersebar di 72 Kecamatan dan 27 Kabupaten atau Kota di Jawa Timur. Salah satu desa yang mendapatkan penghargaan tersebut adalah Desa Canditunggal, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan.

Sekretaris Kabupaten Lamongan, Yuhronur Efendi mengatakan Desa Canditunggal memiliki kegiatan-kegiatan yang mencerminkan sebagai desa sadar hukum.Wujudnya terlihat akan kepatutan warganya terhadap kesadaran hukum.

“Memang Desa Canditunggal itu kita ajukan, sekaligus sudah ada beberapa kegiatan yang sudah kita laksanakan di Desa Canditunggal itu, dalam rangka untuk memberikan pembinaan sadar hukum tentang berbagai ketentuan dan peraturan-peraturan yang baru untuk diketahui masyarakat, khususnya Desa Canditunggal,” ucapnya.

Yuhronur menambahkan, ke depan Pemkab Lamongan juga akan membuat desa-desa di Lamongan menjadi desa sadar hukum. Apalagi, desa sadar hukum ini menjadi satu dari elemen penting untuk program Desaku Pintar yang saat ini dicanangkan oleh Pemkab Lamongan.

“Ke depannya bukan hanya Desa Canditunggal, tapi elemen untuk sadar hukum ini juga menjadi salah satu dari elemen desaku pintar, jadi kita harapkan seluruh desa itu menjadi desa yang sadar hukum,” tutur Yuhronur.

Sementara itu, Camat Kalitengah, Suwignyo yang mendampingi Kepala Desa Canditunggal, Mustain Huda, saat menerima penghargaan dari MenkumHAM, di Malang mengatakan dinobatkannya Desa Canditunggal menjadi desa dasar hukum karena dinilai sudah memenuhi sejumlah kriteria.

“Di antaranya ketaatan hukum masyarakat, pembuatan Perdes, keterbukaan informasi, akses literasi hukum di Perpus Desa, mediasi Pemdes dalam menyelesaikan masalah antarwarga,” kata Suwignyo.

Selain itu, tambah Suwignyo Desa Canditunggal juga memiliki banyak inovasi yang patut diapresiasi, satu di antaranya inovasi kesehatan ASMAN (Asuhan Mandiri). “Inovasi ini intinya pengobatan mandiri dengan  memanfaatkan toga dan akupresur. Ini sudah Juara 1 tingkat Kabupaten dan saat ini persiapan lomba tingkat Provinsi,” ujarnya.

Jurnalis: omdik/ferry

Editor : Arso