Hadapi UNBK, Madrasah Berharap Dapat Bantuan Komputer

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Lamongan berharap ada bantuan komputer bagi madrasah. Sampai sekarang, madrasah hanya memanfaatkan dana mandiri untuk pengadaan perangkat lunak tersebut.

Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Lamongan Abdul Ghofur, mengatakan pengadaan komputer penunjang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) madrasah murni dari lembaga. Sampai sekarang belum ada bantuan komputer maupun server dari pemkab setempat. Dia berharap ada perhatian bagi madrasah sebagai penunjang kegiatan UNBK.

“Selama ini, madrasah yang memiliki kemampuan keuangan baik bisa melakukan UNBK mandiri. Sementara lembaga dengan keuangan minim, terpaksa menumpang,” kata Ghofur.

Dia juga menambahkan, bahkan masih ada lembaga melakukan ujian berbasis kertas pensil karena keterbatasan sarana prasarana (sarpras). “Ya, kita hanya berharap ada perhatian bagi madrasah untuk menerima manfaat sarpras tersebut,” ujarnya.

Menurut Ghofur, keterbatasan sarpras ini banyak dialami lembaga pinggiran. Karena mereka tidak bisa menumpang ke lembaga mandiri lainnya untuk UNBK. Selain akses jauh, ada banyak alasan sehingga lembaga memilih melaksanakan berbasis kertas pensil.

Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Adi Suwito, menuturkan, pemerintah tahun ini menganggarkan Rp. 3,3 miliar untuk pengadaan komputer. Sasarannya lembaga swasta di bawah naungan disdik. Lembaga-lembaga tersebut juga belum memiliki sarpras mencukupi.

Namun, Adi memastikan bantuan tersebut akan berlanjut dan merata. Sehingga kemukinan usulan untuk madrasah juga ada. Namun belum sekarang. Alasannya, anggarannya harus dibagi dengan kegiatan lainnya.

Jurnalis :omdik/ferry
Editor : Arso