Najmul Ambil Langkah Trobosan Untuk Kebutuhan Air Petani

Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar.

TANJUNG,KANALINDONESIA.COM: Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar mengaku sudah membuka sawah baru sebanyak 700 hektar di kecamatan Kayangan tahun ini. Namun jadi persoalan saat ini adalah banyaknya irigasi yang rusak akibat gempa itu, jadi tidak bisa mengalirkan air ke persawahan petani.

“Jadi di kayangan itu, ada bukaan sawah baru sebanyak 700 hektar,” ungkapnya, Selasa (27/11/2018)

Ia menjelaskan, di APBD 2019 ini banyak sekali program pemulihan untuk perbaikan irigasi yang rusak akibat gempa. Sebab itu, saat ini mengharuskannya untuk bisa mengambil langkah trobosan dengan membuat bor air dibeberapa titik.

Hal ini dilakukannya, supaya kebutuhan air di persawahan petani bisa terpenuhi. Karena mengingat air di irigasi saat ini sudah kering, akibat kerusakan irigasi yang dialami karena bencana alam ini.

“Tetapi kita harus lakukan trobosan untuk ini, dan bagaimana trobosannya, dengan membuatkan titik-titik sumur bor itu untuk kita hidupkan petani,” katanya.

Diakuinya, memang saat ini sudah tercetak sawah baru tersebut, dan beberapa masyarakat sudah memanfaatkan itu dengan menanamkan jagung. Karena jagung ini dinilai tanaman yang gampang perlakuannya, tidak seperti padi.

Sebab, tanaman jagung itu relatif lebih sedikit membutuhkan air ketimbang tanaman padi. Sehingga masyarakat banyak yang menanam jagung.

“Sekarang bagaimana dalam menanam jagung ini kita harus memberikan treatment yang baik juga terhadap masyarakat, supaya memanfaatkan lahan kering itu, bisa jadi lebih produktif,” jelasnya

Ia mencontohkan seperti di desa Gumantar, yang memiliki lahan kering. Disana dicarikan solusi dengan mencari titik air, kemudian dialirkan melalui irigasi tempel dan hasilnya itu luar biasa.

Sebab kata Najmul, menurut para ahli tanah di KLU ini walaupun dilihat dari luar kering. Tetapi dilapisan terbawahnya merupakan tanah yang subur.

“Jadi tinggal disiramkan saja dan itu sekarang sedang dilakukan,” imbuhnya.

Hal ini dilihatnya, dari capaian hasil yang didapat petani cukup maksimal. Karena memang secara tekhnis petani juga diajarkan oleh universitas Unram untuk proses penanaman dan pengairannya. Tidak hanya itu, petani juga mendapatkan bantuan pembiayaan dari Pertamina.

Diakuinya, sampai saat ini pihak Unram masih mendampingi para petani ini. Bahkan Najmul menginginkan untuk ditambahkan kontraknya ini.

“Alhamdulillah itu sudah di sanggupi dan itu kita akan perpanjang sampai 2 tahun,” pungkasnya. (Idam)