Nasihin: Pilpres 2019, KLU di Khawatirkan Golput

Kasubag Tekhnis KPU Lombok Utara Nasihin, saat di wawancarai di kantor sementaranya, Selasa (27/11/2018).

TANJUNG, KANALINDONESIA.COM: Kasubag Tekhnis KPU Lombok Utara, Nasihin menduga akan banyak yang melakukan golput di pemilihan presiden (Pilpres) 2019 ini. Hal ini didasari janji uang 50 juta untuk bangun rumah yang dijanjikan presiden belum terealisasi.

“Kalau sekarang memang kita khawatirkan adanya golput itu, karena memang orang-orang saat ini membicarakan Rika dan Riko ini,” ungkapnya, Selasa (27/11/2018).

Ia mengatakan, Insya Allah karena waktunya masih 5 bulan lagi, manset masyarakat terhadap persolan golput ini masih bisa diubah. Hal ini diyakininya dengan sering melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Dan saya yakin pasti bisa berubah itu dengan kita melakukan sosialisasi,” katanya.

Sosialisasi yang dilakukan ini langsung bersentuhan ke forum masyarakatnya, dengan melakukan pendekatan secara emosional. Walupun memang diakuinya hal ini dilakukan dengan seadanya tidak secara formal, terapi bisa dipastikan hal ini bisa merubah pandangan masyarakat akan persoalan golput itu.

“Kita akan langsung turun ke forum warga untuk melakukan pendekatannya ,karena memang kita tidak melakukan secara formal kita hanya melakukan seadanya saja,” jelasnya.

Ia mengaku, selama melakukan sosialisasi ini, tidak pernah mendapatkan masalah. Karena memang metode yang digunakan tidak sekedar melakukan sosialisasi saja. Tetapi sekaligus melakukan trauma healing walupun dilakukan tidak secara tidak formal.

Diakuinya, antosias masyarakat sangat bagus terhadap sosialisasi itu. Sosialisasi ini sudah diadakan dibeberapa kecamatan, mulai dari Pemenang hingga kecamatan Tanjung.

“Kayangan yang belum kita lakukan sosialisasi dan rencananya Kayangan itu diawal Desember sekitar tanggal 5 tepatnya di Gumantar,” katanya

Dikatakannya, wilayah yang berpotensi dikhawatirkan golput itu adalah di pinggiran pantai dan di pengunungan. Hal ini dikarenakan masyarakatnya masih susah untuk di freming.

Sedangkan untuk diperkotaan belum dimasuki untuk dilakukan sosialisasi. Karena memang di wilayah perkotaan itu masyarakatnya sudah pada paham persolan ini.

“Jadi yang agak susah di freming ini adalah yang di pinggir pantai sama di pegunungan ini,” terangnya.

Apalagi saat ini memasuki Pilpres, dan bantuan uang 50 juta untuk masyarakat yang terkena dampak itu adalah janjinya presiden. Inilah yang menjadi dasar kekhawatiran terjadinya golput ini.

Dirinya juga katakan, memang kalau dibayangkan dari jauh akan sangat menghawatirkan. Namun setelah turun dilapangan, ternyata tidak seperti yang dibayangkan.

“Dan untuk masalah anggaran untuk sosialisasi sudah clear semua, kita tinggal jalan saja,” pungkasnya.(Idam)