Pelaku Cabul Munjungan Dihukum 5 Tahun Penjara

Terdakwa, Sutiono, (40), warga Kecamatan Munjungan yang divonis 5 tahun penjara dan denda 60 juta karena perbuatan cabul

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Sidang kasus pencabulan dengan terdakwa, Sutiono, (40), warga Kecamatan Munjungan berlangsung di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Trenggalek Jalan dewi Sartika, Rabu, (27/11)siang.

Sutiono, duduk dikursi pesakitan yang berada di depan Ketua Majelis Hakim, Dyah Astuti Miftafiatun, SH, MH, Hakim anggota Fery Anda dan Hariyadi. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Agustini.

Meski terdakwa mengakui semua keterangan saksi, namun Sutiono atas perbuatan bejatnya dijerat Undang – Undang perlindungan anak Pasal 82 ayat 1 dengan putusan hukuman 5 tahun penjara denda Rp 60 Juta rupiah.

“Apabila terdakwa tidak membayar denda maka hukuman ditambah 6 bulan kurangan penjara,”tegas Hakim Dyah.

Dari pantauan media, persidangan berlangsung lancar serta tidak ada banding baik Jaksa Penuntut Umum ataupun Kuasa hukum terdakwa.

Menurut informasi yang didapat dalam visum etrepertum korban ditemukan bukti adanya pencabulan.

Sidang ini berlangsung tertutup, namun masih sedikit terdengar suara hakim dan JPU saat mengadili Sutiono. Sidang diawali pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum.

Usai membacakan tuntutan, hakim lantas bertanya kepada Sutiono.

“Sudah dengar itu? Mengerti? Betul?” tanya Agustini kepada terdakwa saat sidang berlangsung.

Tapi, Sutiono hanya tertunduk sembari menganggukkan kepalanya seolah mengerti apa yang disampaikan JPU.

Terpisah, Tri Busono kuasa hukum terdakwa membenarkan atas putusan Pengadilan Negeri Kabupaten Trenggalek dengan terdakwa kliennya, Sutiono.

Menurutnya putusan yang dijatuhkan terhadap kliennya sangat ringan dikarenakan diambil minimal saja.

“Karena memang belum terbukti secara sah kliennya melakukan perbuatan cabul karena keterpaksaan, maka tuntutannya juga ringan,” ungkapnya.

Masih menurutnya, terdakwa saat ini ditinggal istrinya bekerja di luar negeri sehingga merasa kesepian yang ahirnya melakukan perbuatan cabul.

“Klien kami sudah lama berpisah dengan istrinya karena bekerja ke luar negeri, dan dia khilaf,” pungkasnya.(dik/ham)