Pasca Bencana, Polisi Trenggalek Bergerak melalui Satgas Bencana

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Polres Trenggalek, Jawa Timur dan jajaran bergerak cepat menurunkan personelnya untuk membantu masyarakat yang rumahnya terdampak bencana, pasca banjir dan tanah longsor di beberapa lokasi yang melanda wilayah ini, Jumat (30/11).

Kapolres Trenggalek AKBP Didit bambang Wibowo S, S.I.K., M.H menuturkan, pihaknya sudah menyiagakan Satgas bencana tingkat Polres dan Polsek sejak semalam mengingat intensitas hujan yang deras dan berlangsung cukup lama.

“Sudah saya instruksikan agar semua jajaran segera turun membantu masyarakat baik evakuasi maupun membersihkan material longsor,”ungkapnya.

Dari pantauan, diketahui pihak Kepolisian sudah menggelar personelnya di beberapa titik bencana. Di kelurahan Kelutan Kecamatan Trenggalek misalnya,  Unit Patroli Satlantas membantu mengantar para siswa sekolah menengah yang saat ini kebetulan sedang melaksanakan ujian. Sementara dari Satbinmas membagikan ratusan nasi bungkus kepada warga.

“Dari Polantas tadi sudah bergerak di area banjir di mana daerah tersebut banyak anak sekolah yang akan berangkat ke sekolahnya untuk melaksanakan ujian,”tuturnya.

Disamping itu personel Satgas bencana bersama Polsek jajaran seperti Kampak, Watulimo, Gandusari, Karangan, Dongko, Bendungan dan Pogalan saling bahhu membahu bersama unsur TNI, BPBD dan potensi masyarakat lainnya membantu membersihkan material tanah longsor baik yang menimpa rumah warga maupun yang menutup jalan serta lumpur yang tersisa dari banjir.

“Namun ada pula di polsek jajaran yang juga sedang melakukan kerja bakti membersihkan sisa material yang dibawa banjir dan longsor,”imbuhnya.

Berdasarkan data yang masuk, diketahui beberapa lokasi yang terdampak bencana antara lain, di Kecamatan Gandusari luapan DAS tawing sempat menggenangi rumah warga di Desa Ngayung, Jajar, Sukorejo, Gandusari dan Karanganyar.

“Selain itu genangan air setinggi 20-30 cm dilaporkan juga terjadi di Desa Ngadirenggo Kecamatan Pogalan yang juga sedang dalam pembersihan,”tandasnya.

Sementara itu tanah longsor juga menimpa 3 rumah warga di Desa Watuagung, Ngembel dan Pakel kesemuanya masuk  Kecamatan Watulimo. Di kecamatan Kampak,  longsor juga menimpa dapur rumah warga, tepatnya di Desa Ngadimulyo dan Senden. Demikian pula di Kecamatan Dongko, tanah longsor dilaporkan menimpa kamar dan dapur rumah warga di Desa Dongko.

“Longsor juga terjadi di Kecamatan Bendungan menimpa dua rumah warga di Desa Sumurup, sedangkan di Desa Dompyong sebuah tanah longsor dengan lebar mencapai 5 meter menutup badan jalan sehingga akses jalan menuju Kabupaten Tulungagung tidak bisa dilalui, “katanya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut, masih keterangan AKBP Didit, dan pihaknya selalu koordinasikan dengan stake holder yang ada agar pasca bencana bisa dipulihkan dalam waktu yang cepat.

“Kita berdayakan semua potensi yang ada. Koordinasi dengan TNI, Pemda, BPBD maupun Basarnas terus dilakukan,”pungkasnya. (ham)