Kajari Ponorogo: Wanda Bisa Ditahan 4 Bulan Pada Tahap Penyidikan

Kepala Kejaksaan Negeri Ponorogo Hilman Azizi

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo saat ini masih terus melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dalam kasus  program bantuan benih kedelai untuk LMDH.

Yaitu sebuah program di Kementerian Pertanian RI lewat Dinas Pertanian Provinsi yang ditujukan untuk kelompok tani di sekitar lahan Perhutani atau yang disebut Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Dalam kasus LMDH ini, Kejaksaan Negeri Ponorogo menjebloskan Wanda Kristina, ke Rutan Ponorogo dengan sangkaan melakukan tindak pidana korupsi pada 15 November 2018 lalu.

Wanita ini dinilai telah merugikan keuangan negara hingga Rp 1,3 miliar. Saat ini masa penahanan terhadap Wanda ini sudah mendekati berakhir, namun Kejaksaan Negeri Ponorogo sudah melakukan perpanjangan masa penahanan.

Bahkan Kejari Ponorogo menerapkan pasal 29 KUHAP dimana tersangka bisa diperpanjang masa penahananya hingga 4 bulan kedepan.

Diinformasikan sebelumnya program itu adalah pengadaan benih kedelai yang bersumber dari dana APBN-P 2017 yang pelaksanaanya diawal 2018.

Sebanyak 72 LMDH di Ponorogo mendapatkan bantuan dana untuk membeli benih kedelai, rhizobium dan sarana produksi (Saprodi).

Kepala Kejaksaan Negeri Ponorogo Hilman Azizi menjelaskan,”perkembangan penyidikan sampai saat ini  belum mengarah  adannya pelaku lain dalam kasus ini. Tersangka Wanda masih menjadi pelaku tunggal,”ucapnya.

Tersangka yang ditetapkan masih bermain sendiri dengan menempatkan orang orang kementrian , sehingga mampu menggiring petani  untuk memasukkan uang ke rekening dia. Sementara  barangnya  sampai saat ini belum menyediakan hingga 2/3 nya. (KI-01)